Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Soal Uang Kontribusi Persada U15 Soeratin CUP, Dispora SBD Cuci Tangan: Kami Tidak Tahu, Tanya Ketua ASKAB PSSI SBD

Soal uang kontribusi dari orangtua Persada U15 sebesar Rp1,5 juta, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumba Barat Daya, John Tende menegaskan bahwa pihaknya tidak tahu.(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Soal uang kontribusi dari orangtua Persada U15 sebesar Rp1,5 juta, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumba Barat Daya, John Tende menegaskan bahwa pihaknya tidak tahu.

Hal ini pun menunjukan bahwa tidak ada koordinasi yang baik antara Dispora dan PSSI Kabupaten Sumba Barat Daya dalam memajukan serta mengembangkan potensi olahraga di wilayah ini.

John Tende juga menegaskan bahwa Dispora SBD tidak bertanggung dalam mengembalikan uang kontribusi orangtua dari 20 pemain sebanyak Rp30 juta.

Sebab, pihaknya hanya menganggarkan honararium Rp1,5 juta, termasuk transportasi pulang-pergi Rp600 ribu per pemain sebagaimana yang tercantum dalam DPA perubahan tahun anggaran 2025.

Nantinya, Dispora SBD hanya membayar honorarium, termasuk uang transportasi Rp600 ribu per pemain. Sedangkan khusus honararium dibayar melalui rekening pemaim dan dikenakan pajak. Sedangkan uang transportasi akan diberikan secara tunai.

“Kalau itu jangan tanya di saya, itu tanya ketua PSSI. Itu saja, kami bayar lewat rekening masing-masing pemain. Sedangkan Rp1,5 juta itu di luar konteks pengetahuan Dispora. Kami tidak bertanggungjawab, karena memang kami hanya diminta untuk membantu karena sudah membawa nama Pemerintah daerah, jadi menganggarkan mereka punya honararium,” tegasnya ketika ditemui, Rabu(27/08/2025)

Menurutnya, keberangkatan Persada U15 dalam mengikuti Soeratin CUP di Kupang tidak pernah diurus oleh pihaknya. Pasalnya, tidak ada satu pun dari Dispora yang terlibat.

“Terkait dengan Soeratin U15, pada prinsipnya Dispora tidak mengurus tentang keberangkatan mereka dalam mengikuti pertandingan Soeratin Cup di Kupang. Kami tidak masuk dalam tim itu,” katanya lagi.

Kendati tidak terlibat dalam tim, John Tende mengaku mendapat informasi bahwa para pemain dan pelatih tidak mempunyai uang untuk kembali ke Sumba Barat Daya.

Mendapat informasi itu, ia berkoordinasi dengan Pimpinan Daerah dengan tim anggaran dan unsur Dispora untuk melobi anggaran khusus untuk honararium dan uang tiket.

“Jadi sebenarnya, kami tidak pernah tahu-menahu tentang mereka berangkat atau tidak, karena tidak melibatkan kami orang Dispora, apalagi menyangkut dengan uang Rp1,5 juta, kami tidak pernah tahu itu, itu di luar konsep Dispora. Itu urusan internal organisatori PSSI, bukan urusan Dispora, karena sebelumnya, anggaran ini tidak ada memang dalam DPA Dispora,” tambahnya.

Baca Juga  Demi Harga Diri, Persada Sumba Barat Daya Walk Out, Wasit Dinilai Tidak Profesional

Persada U17 Tidak Hanya Pakai Menu Tahu Tempe

Dikesempatan itu juga, John Tende mengatakan, selama proses pertandingan Persada U17 Soeratin CUP di Kupang, pihaknya memastikan bahwa sudah memberikan pelayanan yang terbaik, khusus makan minum.

Menurutnya, para pemaian tidak hanya makan dengan menu tahu tempe, melainkan ada juga daging sapi, daging ayam, daging babi, telur dan ikan. Dan air mineral jenis aquase. Sementara itu, anggaran untuk makan per orang adalah Rp30 ribu dan snack Rp15 ribu.

“Jadi sebenarnya terkait dengan persoalan hanya tempe tahu itu tidak benar bahwa bukan hanya tempe tahu, kita melayani memberikan daging ayam, daging sapi, daging babi, telur dan ikan. Dan air mineral jenis aquase,” ungkapnya.

Pelayanan yang dilakukan itu disebutnya sudah sesuai standar yang walaupun diakuinya bahwa anggaran baru ditetapkan pada tanggal 25 seusai pertandingan. Oleh karena itu, John Tende memerintahkan Sekdis dan Kabid untuk membangun komunikasi dengan pihak ketiga di Kupang guna menyediakan makan minum untuk Persada U17.

Tentunya, katanya dia, dengan anggaran yang masih dalam tahap proses, Pemerintah melalui Dispora SBD telah mengambil kebijakan dalam mendukung putra-putra daerah yang sudah mengaharumkan nama daerah ini.

“Terkait dengan anggaran itu baru ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya pada tanggal 25 untuk U17 dan U15. Yang sebelumnya anggaran ini belum dianggarkan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga,” tuturnya.

“Jadi pada saat jalan kemarin adalah kebijakan yang dilakukan untuk anak-anak ini bisa bertanding dan itu sudah luar biasa karena sudah bertanding sampai 8 besar dan menghasilkan top score,” tuturnya lagi.

Lebih lanjut, John Tende memastikan bahwa honararium Persada U17 tetap dibayarkan ketika pencairan. Pembayaran akan dilakukan melalui rekening masing-masing pajak. Perlu diketahui, kata dia, bahwa honararium ini dikenakan pajak.

Saat ini, masih kata dia, pihaknya masih dalam proses mengurus DPA perubaha di Dinas Keuangan. Setelah itu, akan ditandatangan oleh Penjabat Sekda yang juga Kepala Dinas Keuangan untuk proses pencairan.

“Proses pencairan dana ini butuh waktu, bisa dua tiga hari, bisa seminggu dan bisa juga lewat. Paling cepat awal bulan September. Mudah-mudahan tidak ada kendala,” tambahnya.

ASKAB PSSI SBD Benarkan Ada Kontribusi Orngtua Persada U15 RP1,5 Juta

Baca Juga  Miris, Atlet Peraih Perak PON XXI Aceh Asal SBD NTT Diterlantarkan, Pemda SBD Disebut Cuek

Ketua ASKAB PSSI SBD terpilih Periode 2025-2029, Yose De Ornay membenarkan bahwa ada kontribusi dari orangtua Persada U15 sebesar Rp1,5 per orang. Kontribusi ini disebutnya hasil kesepakatan antara ASKAB PSSI SBD bersama pemain karena tidak mempunyai anggaran untuk berangkat mengikuti Soeratin CUP di Kupang.

“Memang yang berangkatkan mereka itu kami ASKAB, kami yang latih dan seleksi. Jadi, anggaran tidak ada ternyata, waktu itukan ada informasi, seolah-olah ada anggaran di Dispora, ternyata tidak ada. Sudah, sementara anak-anak sudah dilatih selama dua minggu,” katanya lagi.

Setalah melalui berbagai proses latihan dan seleksi, ternyata Dispora tidak mempunyai anggaran untuk U15. Akhirnya, para pemain dikumpulkan, kemudian ditawarkan oleh ASKAB untuk berkontribusi dalam keberangkatan tersebut.

Menurut Yose, tawaran ini juga yang pernah dilakukan terhadap Persada U15 ketika mengikuti pertandingan di Kupang beberapa tahun lalu. Saat itu, kata Yose, orangtua Persada U15 juga yang berkontribusi.

“Karena itu, kami tawarkan, Askab tawarkan di anak-anak, bagaimana supaya bisa berangkat, orangtua yang berkontribusi, minimal Rp1,5 juta dikalikan 20 pemain untuk sampai ke Kupang, bisalah,” sebutnya.

Dengan tawaran itu, Persada U15 pun setuju. Mereka mulai mengumpulkan uang kontribusi Rp1,5 demi mengikuti Soeratin CUP di Kupang.

Namun demikian, beberapa pemain yang dinilai memiliki kemampuan, kata Yose, harus batal berangkat karena orangtua tidak mempunyai uang. Akhirnya, mereka diganti oleh pemain yang orangtuanya berkontribusi meski tidak lolos seleksi.

“Akhirnya jadi, masing-masing bahkan orangtua sendiri datang antar uang. Ada juga yang beberapa bagus main, tapi karena tidak ada uang batal berangkat. Jadi anak yang orangtuanya punya uang yang berangkat, jadi kami tidak lihat lagi pemain yang main bagus atau tidak,” ucapnya.

Sayangnya, ketika lebih jauh dikonfirmasi soal penggunaan uang kontribusi tersebut, Yose mengaku tidak mengetahuinya.

“Itu dipake beli tiket pulang oleh tim suratin cup umur 15. Mereka kekurangan dana untuk pulang. Saya tidak punya lisnya. Ya, kurang lebih segitu,” katanya lagi.

Sementara uang kontribusi orangtua Rp1,5 juta tidak akan dikembalikan karena dianggap sebagai swadaya atau sukarela dalam mendukung anak-anak mereka mengikuti Soeratin CUP di Kupang.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!