Survei Indikator NTT; Ansy Jane Berpeluang Menang, Siaga Tempel Ketat Melki Johni
Dalam survei ini jumlah sampel basis sebanyak 1000 orang berasal dari seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang terdistribusi secara proporsional.
Kemudian dilakukan oversample menjadi masing-masing 400 responden di empat Kabupaten/Kota, yakni di Kota Kupang, Kupang, Sumba Timur, dan Timur Tengah Selatan, kemudian di wilayah Manggarai Raya (Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggara Barat) dilakukan penambahan 400 responden.
Sehingga total sample sebanyak 2,720 responden. Dengan asumsi metode stratified random sampling, ukuran sampel tersebut memiliki toleransi kesalahan (margin of error-MoE) sekitar ±2.6 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Analisis gabungan diterapkan pembobotan sehingga sampel dari seluruh Kabupaten/Kota terdistribusi secara proporsional di tingkat Provinsi.
Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.
Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.
Lalu bagaimana temuan hasil survei Indikator pasca penetapan KPU NTT terhadap 3 pasangan tersebut?
Jika pemilihan diadakan ketika survei dilakukan, secara spontan Yohanis Fransiskus Lema paling banyak disebut 20,4 persen.
Kemudian Emanuel Melkiades Laka Lena 16.4 persen dan Simon Petrus Kamlasi 14.4 persen. Nama lain jauh lebih rendah. Belum menentukan pilihan 39.2 persen.
Pada simulasi 3 pasangan calon, Yohanis Fransiskus Lema dan Jane Natalia Suryanto unggul signifikan dengan dukungan 36.6 persen diikuti pasangan Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma yang mendapat dukungan sebesar 27.4 persen.
Selanjutnya, pasangan Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu dengan dukungan 23.9 persen.
Tinggalkan Balasan