Susul Panenggo Ede, Kepala Desa Walla Ndimu Diduga Tilap Dana BUMDes Rp82 Juta Sejak Tahun 2022, Siapa Lagi?
Bukan hanya itu, masyarakat juga menyoroti soal keterbukaan Kepala Desa Walla Ndimu dalam menggunakan dana desa selama kepemimpinannya. Bahkan, sejumlah program yang dituangkan dalam APBDes disebut tidak terlaksana alias nihil.
Seperti pada penganggaran terhadap bantuan-bantuan sosial khusus pada warga lansia ditemukan sejumlah nama ‘siluman’ yang tidak sesuai sebagaimana yang dicantumkan di APBDes. Nominal bantuan uang tunai yang diterima oleh lansia tidak sesuai dengan alokasi anggaran yang ditetapkan.
Kepala Desa Walla Ndimu juga dituding tidak menyalurkan bantuan rumah layak huni kepada penerima manfaat. Padahal, pemerintah desa menganggarkan itu pada tahun 2022 dan tahun 2023. Mirisnya, hingga saat ini, tidak satupun rumah layak huni yang tersalurkan.
Kemudian tentang pengadaan traktor yang dianggarkan sejak tahun 2022, 2023 dan 2024 tidak terlaksana. Pasalnya, tidak ada bukti fisik yang disalurkan kepada masyarakat atau kelompok tani.
Mirisnya lagi, alokasi anggaran terhadap Badan Usaha Milik Desa(BUMDes) dari tahun 2022 hingga tahun 2024 dengan total anggaran kurang lebih Rp82 juta dinilai telah ditilap lantaran tidak ada satupun program BUMDes yang dirasakan oleh masyarakat.
Dugaan penyalahgunaan juga mencakup program alat tanam jagung dan meteran listrik. Berdasarkan pemantauan masyarakat, kedua program ini tidak pernah direalisasikan meskipun anggaran telah dicantumkan dalam APBDes.
Tinggalkan Balasan