Susul Panenggo Ede, Kepala Desa Walla Ndimu Diduga Tilap Dana BUMDes Rp82 Juta Sejak Tahun 2022, Siapa Lagi?
Dugaan penyalahgunaan juga mencakup program alat tanam jagung dan meteran listrik. Berdasarkan pemantauan masyarakat, kedua program ini tidak pernah direalisasikan meskipun anggaran telah dicantumkan dalam APBDes.
Pada tahun 2023, desa juga menganggarkan pembelian 20 unit mesin potong yang diperuntukkan bagi empat dusun, masing-masing dusun mendapatkan lima unit. Namun, menurut warga, alat-alat tersebut tidak pernah diterima atau didistribusikan.
Dugaan lain yang dilaporkan adalah terkait pengadaan empat unit traktor untuk empat dusun. Berdasarkan APBDes, setiap dusun seharusnya mendapatkan satu unit traktor.
Namun, masyarakat mengklaim bahwa tidak ada satupun dusun yang menerima bantuan tersebut.
Selain melaporkan dugaan penyimpangan tersebut, warga juga menyoroti kurangnya transparansi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang Desa).
Mereka mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, musyawarah desa tidak lagi melibatkan masyarakat secara aktif, sehingga aspirasi warga tidak tersalurkan dengan baik.
Tinggalkan Balasan