Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Tak Main-Main, Bupati SBD Akan Rekomendasi Kades yang Bandel untuk Diperiksa dan Diproses Hukum

Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla kembali menegaskan kepada seluruh kepala desa supaya memanfaatkan dana desa sebaik-baiknya.(Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dibawah kepemimpinan Ratu Ngadu Bonu Wulla dan Dominikus Alphawan Rangga Kaka terus mengingatkan seluruh kepala desa dari 173 desa supaya tak main-main dalam menggunakan dana desa.

Bahkan, mereka diwajibkan untuk membuat program yang benar-benar sesuai dengan potensi desa dan kebutuhan masyarakat.

Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla kembali menegaskan kepada seluruh kepala desa supaya memanfaatkan dana desa sebaik-baiknya.

Ratu menyoroti alokasi dana desa yang mengalir nilainya bombastis. Namun, ia menyayangkan pembangunan desa tidak berdampak pada sebuah perubahan.

“Dana desa sangat banyak yang masuk di desa, ada yang miliaran, ratusan juta tapi sepertinya program tidak dirasakan oleh masyarakat. Program banyak tapi tidak ada buktinya,” kata Ratu dalam kegiatan rapat bersama seluruh Pj Desa dan Kepala Desa, Senin(10/03/2025).

Jika ditemukan kepala desa yang bandel dalam mengelola dana desa, Ratu tidak main-main akan keluarkan rekomendasi untuk melakukan pemeriksaan dan diproses hukum.

Baca Juga  Bupati SBD Pastikan Disabilitas Mendapat Perhatian Khusus; Desa harus libatkan mereka

Ratu mengakui, bahwasannya perencanaan program dalam menggunakan dana desa tidak bisa dilakukan begitu saja. Sebab ada petunjuk-petunjuk teknis dalam pengelolaan.

Namun demikian, Ratu menekankan pentingnya membuat perencanaan yang matang sehingga pengalokasian dana desa tepat sasaran.

“Dalam pengelolaan dana desa memang tidak semau kita ada regulasi. Tapi ingat jangan dampai banyak program tapi hasilnya tidak ada. Saya akan rekomendasi kepala desa yang membandel dalam menggunakan dana desa untuk diperiksa,” tegas Ratu.

“Saya harap camat, jika ada temuan, jangan kasih toleransi. Harus tindak lanjuti, teguran itu sebagai wujud kasih sayang. Kalau dipanggil berkali-kali tapi bandel, saya tidak main-main akan keluarkan rekomendasi,” tegasnya lagi.

Menurutnya, banyak program desa yang tidak berdampak pada pembangunan karena perencanaannya tidak matang. Dampaknya, masyarakat menjadi korban.

Disisi lain, Ratu juga menyoroti tentang program infrastruktur berupa bantua bak air minum dan WC.

Menurut Ratu, dirinya sering mendengar kekuhan masyarakat bahwa pemerintah desa hanya memberikan bantuan seng, semen dan bahan material lainnya tidak sesuai kebutuhan pekerjaan tersebut.

Baca Juga  Profil Ketua Bawaslu SBD Periode 2023-2028, Ternyata Seorang AktivisĀ 

“Saya pantau selama ini, tapi program itu tidak jalan semua. Katanya ada bantuan bak air dengan anggaran 10 juta. Tapi hanya kasih semen 5 sak. Jika ada yang menganggap jabatan kades sebagai sumber pendatapan, saya tidak main-main, saya akan rekomendasi,” tutur Ratu penuh tegas.

Untuk itu, Ratu mengingatkan seluruh kepala desa supaya menjaga kepercayaan yang diamanahkan oleh masyarakat sebagai pengambil lebijakan di desa.

Selain itu, kepala desa diminta untuk menyinkronkan program dengan program pemerintah kabupaten. Dengan begitu, diyakininya daerah Sumba Barat Daya akan dirasakan pembangunannya.

“Daerah ini harus maju. Tidak ada yang enak-enak pakai dana desa sebagai kebutuhan pribadi. Apalagi untuk kepentingan politik. Bagaimana bapak mama dipercayakan, maksimalkan dalam melakukan pelayanan. Administrasi kantor harus berjalan dengan baik. Harus betkantor,” ujarnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Komentar

  1. Terimah kasih atas ketegasan pimpinan SBD, dalam perencanaan pengauditan setiap desa. Kami tunggu eksekusinya, sekian desa apa bila tdk menemukan kejangkalan di lapangan, sdh pastinya kami masyrakat biasa menjadi pertanyaan besar… Auditnya hanya formalitas saja yg terstruktur.

Tutup
error: Content is protected !!