Tak Pandang Bulu, Satlantas Polres SBD Gandeng Polsek Webar Menilang Kendaraan Tidak Lengkap
TIMEXNTT – Tak pandang bulu, Satlantas Polres SBD gandeng Polsek Webar menilang kendaraan tidak lengkap. Kendaraan plat merah pun ditahan untuk diperiksa surat-suratnya.
Menariknya, sejumlah pengendara yang terjaring operasi dikumpul oleh Kanit Keamanan dan Keselamatan Lalu Lintas , Bripka Nirwan S.H untuk memberi edukasi tentang peraturan lalulintas.
Tampak terlihat sejumlah masyarakat yang kendaraannya ditilang berkumpul lalu kemudian mendengar himbaun dari Satlantas Polres SBD.
Operasi ini merupakan gabungan Satlantas Polres SBD dan Dispenda Sumba Barat Daya, NTT.
Untuk itu, selain pelanggaran lain, sasaran utama dari tilang ini adalah pajak yang sudah lewat. Baik roda dua, empat dan enam.
“Ini operasi gabungan bersama Dispenda. Sasarannya selain pelanggaran lalin lain juga termasuk masa aktif pajak,” kata Kanit Keamanan dan Keselamatan Lalu Lintas , Bripka Nirwan S.H ketika kepada timexntt.com, Rabu(26/06/2024) disela-sela operasi tersebut.
Bripka Nirwan menuturkan, Polres SBD melalui Satlantas intens melakukan tilang terhadap semua pelanggaran Lalu Lintas.
Dia menyebut operasi gabungan diruas jalan penghubung kota kabupaten Sumba Barat Daya – Sumba Barat tepatnya di depan Polsek Wewewa Barat itu merupakan hari kedua. Sebelumnya telah dilakukan dipusat kota Tambolaka.
“Hari ini hari kedua. Kemarin di pusat kota. Operasi ini guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melengkapi surat-surat kendaraan hingga bisa menggunakan helm yang layak,” jelasnya.
Bripka Nirwan menjelaskan, penjaringan itu juga sebagai proses sosialisasi terhadap masyarakat pada umumnya, pada khususnya pemilik kendaraan aga sadar pentingnya mentaati peraturan Lalu Lintas.
Ia mengakui bahwa sering didengarnya kalau pengendara sepeda motor takut menggunakan helm karena adanya tilang. Padahal, menggunakan helm merupakan hal utama untuk menjaga keselamatan jika terjadi kecelakaan.
Pihaknya akan terus melakukan operasi yang sama guna memanilisir angka kecelakaan. Sebab, banyak kendaraan roda dua yang dinilai menggunakan rem tidak normal, kenalpot resing.
“Biasanya saya dengar itu pakai helm karena takut tilang. Kalau kita berpikir helm itu membantu menjamin keselamatan jika terjadi kecelakaan. Dan operasi ini juga sebagai proses sosialisasi. Supaya masyarakat bisa taat dan disiplin dalam mengenderai kendaraan,” ujarnya.
Senada dengan PLH Polsek Wewewa Barat, IPDA Elfrid Iku Arem S.Sos. Dia menyebut kesadaran pengendara kendaraan roda dua masih minim.
“Saya sering lihat, banyak yang bawa motor itu tidak pakai helm. Ada tilang baru pakai. Giat ini bisa memberi sanksi supaya tidak lalai lagi,” ucapnya.
Selain itu, IPDA Elfrid juga sering menjumpai kendaraan roda pada malam hari tidak menggunakan lampu alias tidak nyala. Hal itu disebutnya bisa berdampak pada sebuah kecelakaan.
Untuk itu, dirinya menghimbau supaya masyarakat bisa menggunakan kendaraan yang lengkap. Baik itu rem, lampu sen, lampu utama, lampu rem dan lain-lain.
“Saya berharap operasi hari ini bisa meningkatkan kesadaran kita semua. Semoga juga tidak ada lagi kendaraan yang lampunya padam malam hari dan menggunakan kenalpot rezing,” harapnya.***
Tinggalkan Balasan