TEGAS! Menepis Isu Agama di Pilkada SBD, LPM; Bagaimana dengan saya yang Marapu?
TIMEXNTT – Proses Pilkada SBD sedang berlangsung. Hitung hari, pendaftaran di KPU Sumba Barat Daya(SBD) segera dihelat.
Calon Bupati SBD periode 2024-2029, Ratu Ngadu Bonu Wulla Talu dan calon wakil Bupati SBD, Dominikus Alphawan Rangga Kaka memastikan akan daftarkan pencalonan mereka.
Mereka memastikan diri setelah menngantongi SK B1-KWK dari sejumlah partai politik yang menjadi persyaratan bakal calon.
Dikabarkan, pasangan Ratu Angga itu akan segera daftarkan pencalonan mereka di KPU SBD pada tanggal 29 Agustus 2024.
Namun demikian, berbagai isu mulai bermunculan serta menghantui aktivitas masyarakat Sumba Barat Daya. Salah satunya isu Agama.
Menanggapi isu tersebut, Anggota DPRD SBD, Stefanus Loba Geli meminta supaya masyarakat tidak terprovokasi. Sebab kata dia, isu yang dimainkan hanya untuk memecah belah persatuan di Sumba Barat Daya.
“Saya minta jangan terpengaruh dengan itu. Itu hanya mau kasih hancur persatuan kita,” pintah Stefanus yang juga kembali terpilih sebagai anggota DPRD SBD periode 2024-2029 dari Partai PDI Perjuangan.
Stefanus pun menepis isu yang diarahkan kepada Ratu Angga yang juga diusung PDI Perjuangan sebagai calon bupati dan wakil bupati periode 2024-2029.
Menurutnya, menjadi calon pemimpin tentunya membutuhkan perjuangan dan persatuan. Termasuk berjuang dalam melawan segala bentuk isu yang hendak meresahkan masyarakat kecil.
“Mohon dengar ini penting. Ini isu sangat penting untuk kita sikapi. Ada yang bilang Ratu Angga itu agama khatolik. Lalu bagaimana dengan saya yang Marapu? Apakah kami yang Marapu tidak bisa memilih? Jadi perbedaan jangan dijadikan untuk saling menghancurkan,” tegas Stefanus yang akrab disapa LPM itu.
Stefanus pun meyakini pendukung Ratu Angga bahwa wilayah Kota Loura siap memenangkan Pilkada SBD bulan November nanti.
“Soal Kota Loura jangan ragu karena hampir seluruh ketua partai pendukung berasal dari Kota Loura. Kita pastikan menang,” sebut Stefanus disambut dengan tepuk tangan oleh masyarakat.***
Tinggalkan Balasan