Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Tegas! Yayasan Unmaris Sumba Ancam Pecat Oknum Pungli, 369 Mahasiswa Baru Jadi Saksi

Rian Marviriks Storintt.id
Dewan Pengawas Yayasan St Yosef Freinadementz, Hendrikus Suyono Peuuma Menegaskan komitmen terhadap pencegahan dan penindakan pungutan liar di lingkungan Universitas Stella Maris Sumba.

STORINTT – Universitas Stella Maris Sumba (Unmaris Sumba) secara resmi menutup rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 369 mahasiswa baru.

Penutupan PKKMB menjadi bagian penting dalam rangkaian penerimaan mahasiswa baru sekaligus momentum untuk memberikan penguatan nilai, arah, dan komitmen kehidupan akademik di lingkungan Unmaris Sumba.

Dalam kegiatan tersebut, Dewan Pengawas Yayasan Pendidikan St. Yosef Freinademetz, Hendrikus Suyono Peuuma, S.Tr.IP., memberikan arahan kepada seluruh mahasiswa baru, dosen, tenaga pengajar, dan sivitas akademika.

Dewan Pengawas Yayasan St Yosef Freinadementz, Hendrikus Suyono Peuuma Menegaskan komitmen terhadap pencegahan dan penindakan pungutan liar di lingkungan Universitas Stella Maris Sumba.

Hendrikus menyebut setiap bentuk pungutan yang tidak sesuai ketentuan dan berpotensi merugikan mahasiswa harus menjadi perhatian bersama.

Ia juga menegaskan bahwa apabila ditemukan indikasi pungutan liar yang dilakukan oleh oknum di lingkungan kampus, maka akan dilakukan tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pelanggaran yang terbukti dapat berujung pada pemberhentian atau pemecatan terhadap oknum yang bersangkutan,” tegas Hendrikus.

Selain itu, ia mendorong para dosen dan tenaga pengajar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan akademik serta kemampuan mahasiswa melalui proses bimbingan dan pengajaran yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan.

Hendrikus juga mengingatkan bahwa pendidikan di Unmaris Sumba tidak semata-mata berorientasi pada proses akademik, tetapi juga merupakan bagian dari panggilan pelayanan kepada masyarakat Sumba.

“Universitas Stella Maris Sumba hadir di Pulau Sumba untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak Sumba dalam memperoleh pendidikan dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Kondisi sosial dan ekonomi sebagian keluarga mahasiswa perlu menjadi perhatian seluruh sivitas akademika,” ujarnya.

Oleh karena itu, seluruh proses pengajaran, pembimbingan, dan pelatihan mahasiswa diharapkan senantiasa berpegang teguh pada prinsip kemanusiaan, kepedulian, integritas, dan tanggung jawab.

Kampus diharapkan menjadi ruang pendidikan yang memberikan kesempatan yang adil bagi mahasiswa untuk berkembang tanpa adanya tindakan yang dapat merugikan mereka.

Penutupan PKKMB Tahun Akademik 2026/2027 dengan 369 mahasiswa baru ini menjadi momentum awal bagi mahasiswa untuk memasuki kehidupan akademik di Unmaris Sumba.

Melalui semangat pelayanan, integritas, dan kepedulian, Unmaris Sumba terus berkomitmen membangun pendidikan tinggi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan masa depan generasi muda di Pulau Sumba.***

Tutup
error: Content is protected !!