Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Tekan Angka Stunting dan Miskin Ekstrim, Pemerintah Sumba Barat Daya Salurkan 1332 Bebek dan 1260 Ayam di Tahun 2025

Berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Sumba Barat Daya ini membuktikan keseriusan mereka dalam menekan angka stunting, serta pemenuhan protein hewani kepada masyarakat.

Kecamatan Kodi, 499 atau 36,5 persen kasus dari dua puskesmas. Di Puskesmas Bondo Kodi 376 atau 36 persen dari 12 desa. Terbanyak di Desa Wura Homba 66 kasus, disusul Desa Ate Dalo 49 kasus. Puskesmas Kawango Hari, 123 atau 38 persen dari 7 desa. Terbanyak di Desa Wagu Wona 22 kasus. Disusul Desa Onggol 21 kasus.

Kecamatan Kodi Utara, 656 atau 40,7 persen kasus. Puskesmas Kori, 362 atau 38,6 persen dari 13 desa. Terbanyak di Desa Kori 62 kasus, disusul Desa Waila Bubur 48 kasus. Puskesmas Bilacenge 294 atau 43,6 persen dari 8 desa. Terbanyak di Desa Bila Cengge 82 kasus, disusul Desa Bukambero 60 kasus.

Baca Juga  Kelompok Pemuda Terobos Desa Lua Koba Mendapat Bantuan Ayam Petelur Dari Pemda SBD

Kecamatan Wewewa Selatan, 717 atau 48,4 persen kasus. Puskesmas Tenateke 606 atau 52,9 persen dari 11 desa. Terbanyak di Desa Buru Deilo 102 atau 58,3 persen, disusul Desa Tenateke sebanyak 102 atau 50,7 persen. Puskesmas Weri Lolo 111 atau 33,1 persen dari 5 desa. Terbanyak di Desa Buru Kaghu 33 kasus, disusul Desa Umbu Wangu 32 kasus.

Kecamatan Wewewa Barat, 838 atau 42,1 persen kasus. Puskesmas Waimangura, 429 atau 37,5 persen dari 10 desa. Terbanyak di Desa Waimangura 102 kasus, disusul Desa Watu Lambara 60 kasus. Puskesmas Weekombak 409 atau 48,5 persen dari 7 desa. Terbanyak di Desa Marokota 130 kasus, disusul Desa Lua Koba 115 kasus.

Baca Juga  Hendak Dikirim ke SBD, Polres Sumba Barat Amankan 12 Ekor Babi Dari Sumba Timur Diduga Terinfeksi ASF

IMG 20251126 WA0018

 

Puskesmas Elopada, Kecamatan Wewewa Timur 443 atau 34,3 persen dari 19 desa. Terbesar di Desa Weelimbu 57 kasus, disusul Desa Dangga Mango 47 kasus.

Puskesmas Tenggaba, Kecamatan Wewewa Tengah 619 atau 49,9 kasus dari 20 desa. Terbanyak di Desa Kali Ngara 67 kasus, disusul Desa Wee Patando 50 kasus.

Puskesmas Palla, Kecamatan Wewewa Utara, 436 atau 43,6 persen dari 12 desa. Terbanyak di Desa Djela Manu 87 kasus, disusul Desa Wee Paboba 66 kasus.

Puskesmas Rada Mata, Kecamatan Loura 339 atau 29,7 persen dari 12 desa. Terbanyak di Desa Lete Konda 53 kasus, disusul Desa Rada Mata 2, 33 kasus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!