Tekan Angka Stunting dan Miskin Ekstrim, Pemerintah Sumba Barat Daya Salurkan 1332 Bebek dan 1260 Ayam di Tahun 2025
TIMEXNTT – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya menyalurkan bantuan bebek dan ayam kepada ratusan anak yang dikategorikan stunting pada tahun 2025. Bantuan ini menyasar di 11 kecamatan.
Selain bantuan bebek dan ayam, pemerintah kabupaten hingga tingkat desa juga rutin membagikan makanan tambahan kepada anak dan ibu hamil.
Berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Sumba Barat Daya ini membuktikan keseriusan mereka dalam menekan angka stunting, serta pemenuhan protein hewani kepada masyarakat.
Untuk diketahui, di Kabupaten Sumba Barat Daya, berdasarkan data Balita stunting hasil e-PPGBM Kabupaten Sumba Barat Daya Periode September 2025, ada 5.959 atau 39,5 persen kasus.
Sementara partisipasi masyarakat melalui perbandingan jumlah balita yang datang dan ditimbang dengan jumlah balita yang ada di suatu wilayah adalah 47,3 persen.
Angka Stunting di 11 Kecamatan
Di Kecamatan Kodi Bangedo, tercatat 626 atau 54,3 persen kasus. Angka ini menyebar di dua puskesmas, yakni Puskesmas Walandimu, 196 atau 42,3 persen dari 8 desa yang menjadi fokus pelayanan. Terbanyak di Desa Walla Ndimu sebanyak 57 kasus, disusul Desa Ana Gogka, 26 kasus.
Puskesmas Deludepa 430 atau 62,4 persen Balita dikategorikan stunting dari 7 desa. Terbanyak di Desa Rada Loko 83 anak. Disusul Desa Dinjo sebanyak 79 anak.
Puskesmas Panenggo Ede, Kecamatan Kodi Balaghar ada 414 atau 51,4 persen kasus. Terbanyak di Desa Waiha ada 51 kasus, disusul desa Karang Indah 46 kasus.
Kecamatan Kodi, 499 atau 36,5 persen kasus dari dua puskesmas. Di Puskesmas Bondo Kodi 376 atau 36 persen dari 12 desa. Terbanyak di Desa Wura Homba 66 kasus, disusul Desa Ate Dalo 49 kasus. Puskesmas Kawango Hari, 123 atau 38 persen dari 7 desa. Terbanyak di Desa Wagu Wona 22 kasus. Disusul Desa Onggol 21 kasus.
Kecamatan Kodi Utara, 656 atau 40,7 persen kasus. Puskesmas Kori, 362 atau 38,6 persen dari 13 desa. Terbanyak di Desa Kori 62 kasus, disusul Desa Waila Bubur 48 kasus. Puskesmas Bilacenge 294 atau 43,6 persen dari 8 desa. Terbanyak di Desa Bila Cengge 82 kasus, disusul Desa Bukambero 60 kasus.
Kecamatan Wewewa Selatan, 717 atau 48,4 persen kasus. Puskesmas Tenateke 606 atau 52,9 persen dari 11 desa. Terbanyak di Desa Buru Deilo 102 atau 58,3 persen, disusul Desa Tenateke sebanyak 102 atau 50,7 persen. Puskesmas Weri Lolo 111 atau 33,1 persen dari 5 desa. Terbanyak di Desa Buru Kaghu 33 kasus, disusul Desa Umbu Wangu 32 kasus.
Kecamatan Wewewa Barat, 838 atau 42,1 persen kasus. Puskesmas Waimangura, 429 atau 37,5 persen dari 10 desa. Terbanyak di Desa Waimangura 102 kasus, disusul Desa Watu Lambara 60 kasus. Puskesmas Weekombak 409 atau 48,5 persen dari 7 desa. Terbanyak di Desa Marokota 130 kasus, disusul Desa Lua Koba 115 kasus.

Puskesmas Elopada, Kecamatan Wewewa Timur 443 atau 34,3 persen dari 19 desa. Terbesar di Desa Weelimbu 57 kasus, disusul Desa Dangga Mango 47 kasus.
Puskesmas Tenggaba, Kecamatan Wewewa Tengah 619 atau 49,9 kasus dari 20 desa. Terbanyak di Desa Kali Ngara 67 kasus, disusul Desa Wee Patando 50 kasus.
Puskesmas Palla, Kecamatan Wewewa Utara, 436 atau 43,6 persen dari 12 desa. Terbanyak di Desa Djela Manu 87 kasus, disusul Desa Wee Paboba 66 kasus.
Puskesmas Rada Mata, Kecamatan Loura 339 atau 29,7 persen dari 12 desa. Terbanyak di Desa Lete Konda 53 kasus, disusul Desa Rada Mata 2, 33 kasus.
Puskesmas Watukawula, Kecamatan Kota Tambolaka, 372 atau 18,6 persen dari 10 desa. Terbanyak di Desa Weelonda 58 kasus, disusul Desa Watu Kawul 47 kasus.
Pemerintah Salurkan Bantuan Ayam dan Bebek
Tujuan bantuan ayam dan bebek ini adalah untuk memenuhi kebutuhan protein hewani(daging, telur) untuk seluruh masyarakat Sumba Barat Daya, khususnya anak yang dikategorikan stunting.
Bantuan ini diyakini dapat menekan angka stunting yang terbilang tinggi di wilayah ini.

Per bulan November, pemerintah sudah menyalurkan bantuan bebek sebanyak 1332 ekor. Bantuan ini diterima oleh 222 orang. Masing-masing anak yang dikategorikan stunting mendapat 1 jantan dan 5 betina.
Selain bebek, pemerintah juga menyalurkan bantuan ayam 1.260 ekor. Ada 240 anak yang dikategorikan stunting mendapat 1 jantan dan 5 betina. Saat ini, bantuan ini sudah terealisasi 75 persen.
Selain menekan angka stunting, masyarakat penerima bantuan ini juga diharapkan dapat memanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi. Apalagi, kebutuhan Makan Bergizi Gratis(MBG) di Sumba Barat Daya kian meningkat.

Untuk itu, pemerintah juga telah menyalurkan bantuan ayam petelur kepada 7 kelompok sebanyak 700 ekor. Masing-masing kelompok mendapat 100 ekor.***
Tinggalkan Balasan