Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Tekan Angka Stunting dan Miskin Ekstrim, Pemerintah Sumba Barat Daya Salurkan 1332 Bebek dan 1260 Ayam di Tahun 2025

Berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Sumba Barat Daya ini membuktikan keseriusan mereka dalam menekan angka stunting, serta pemenuhan protein hewani kepada masyarakat.

Kecamatan Wewewa Barat, 838 atau 42,1 persen kasus. Puskesmas Waimangura, 429 atau 37,5 persen dari 10 desa. Terbanyak di Desa Waimangura 102 kasus, disusul Desa Watu Lambara 60 kasus. Puskesmas Weekombak 409 atau 48,5 persen dari 7 desa. Terbanyak di Desa Marokota 130 kasus, disusul Desa Lua Koba 115 kasus.

IMG 20251126 WA0018

 

Puskesmas Elopada, Kecamatan Wewewa Timur 443 atau 34,3 persen dari 19 desa. Terbesar di Desa Weelimbu 57 kasus, disusul Desa Dangga Mango 47 kasus.

Baca Juga  Hendak Dikirim ke SBD, Polres Sumba Barat Amankan 12 Ekor Babi Dari Sumba Timur Diduga Terinfeksi ASF

Puskesmas Tenggaba, Kecamatan Wewewa Tengah 619 atau 49,9 kasus dari 20 desa. Terbanyak di Desa Kali Ngara 67 kasus, disusul Desa Wee Patando 50 kasus.

Puskesmas Palla, Kecamatan Wewewa Utara, 436 atau 43,6 persen dari 12 desa. Terbanyak di Desa Djela Manu 87 kasus, disusul Desa Wee Paboba 66 kasus.

Baca Juga  Capaian 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya NTT

Puskesmas Rada Mata, Kecamatan Loura 339 atau 29,7 persen dari 12 desa. Terbanyak di Desa Lete Konda 53 kasus, disusul Desa Rada Mata 2, 33 kasus.

Puskesmas Watukawula, Kecamatan Kota Tambolaka, 372 atau 18,6 persen dari 10 desa. Terbanyak di Desa Weelonda 58 kasus, disusul Desa Watu Kawul 47 kasus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!