Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Umat Khatolik Stasi Santo Vincensius Apaulo Wewewa Selatan Membutuhkan Uluran Tangan

Mereka membangun gedung gereja itu dengan menggunakan bahan bangunan yang apa adanya.(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Umat Khatolik Gereja Stasi Santo Vincensius Apaulo Wewewa Selatan merindukan memiliki gedung gereja permanen seperti rumah ibadah di wilayah lain.

Diketahui, Gereja Stasi Santo Vincensius Apaulo Puu Maroto merupakan salah satu stasi dari Paroki Santo Yosef Pekerja, Manola.

Sementara, Gereja Stasi Santo Vincensius Apaulo tepatnya berada di wilayah Desa Mandung, Kecamatan Wewewa Selatan, SBD, NTT.

Baca Juga  Petani Sebut Dinas Pertanian SBD Memaksa Pakai Lorentz: Tugas mereka itu mengawasi, ini swakelola

Awalnya, gedung Gereja Stasi Santo Vincensius Apaulo didirikan secara swadaya oleh masyarakat yang menjadi umat di stasi tersebut.

Mereka membangun gedung gereja itu dengan menggunakan bahan bangunan yang apa adanya. Seperti kayu bulat yang dijadikan bangku, belahan bambu atau gedek yang dijadikan dinding gedung tersebut.

Baca Juga  Suasana Terkini di RSUD Sumba Barat Menjelang Kedatangan Presiden Joko Widodo

Berselang beberapa tahun kemudian sejak didirikan dari tahun 2019 tepatnya pada bulan Juli, umat mendapat uluran tangan yang dapat digunakan untuk pengadaan fasilitas gereja.

Terkonfirmasi, pembina umat Stasi Santo Vincensius Apaulo, Urbanus Umbu Rasa mengakui bahwa selama beberapa tahun silam umat hanya bisa menggunakan bambu bulat sebagai bangku darurat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!