Umat Khatolik Stasi Santo Vincensius Apaulo Wewewa Selatan Membutuhkan Uluran Tangan
TIMEXNTT – Umat Khatolik Gereja Stasi Santo Vincensius Apaulo Wewewa Selatan merindukan memiliki gedung gereja permanen seperti rumah ibadah di wilayah lain.
Diketahui, Gereja Stasi Santo Vincensius Apaulo Puu Maroto merupakan salah satu stasi dari Paroki Santo Yosef Pekerja, Manola.
Sementara, Gereja Stasi Santo Vincensius Apaulo tepatnya berada di wilayah Desa Mandung, Kecamatan Wewewa Selatan, SBD, NTT.
Awalnya, gedung Gereja Stasi Santo Vincensius Apaulo didirikan secara swadaya oleh masyarakat yang menjadi umat di stasi tersebut.
Mereka membangun gedung gereja itu dengan menggunakan bahan bangunan yang apa adanya. Seperti kayu bulat yang dijadikan bangku, belahan bambu atau gedek yang dijadikan dinding gedung tersebut.
Berselang beberapa tahun kemudian sejak didirikan dari tahun 2019 tepatnya pada bulan Juli, umat mendapat uluran tangan yang dapat digunakan untuk pengadaan fasilitas gereja.
Terkonfirmasi, pembina umat Stasi Santo Vincensius Apaulo, Urbanus Umbu Rasa mengakui bahwa selama beberapa tahun silam umat hanya bisa menggunakan bambu bulat sebagai bangku darurat.
“Sejak gereja ini dibangun, memang kami menggunakan kursi dari balok kayu dan bambu bulat. Sehingga ketika yayasan Ronita kasi turun waktu itu dan melihat kondisi gereja, akhirnya kursi ini langsung diberikan. Ini bantuan dari yayasan Ronita kasi,” Ungkap Pembina Umat, Urbanus Umbu Rasa kepada timexntt.id, Selasa(30/07/2024).
Kendati sudah mendapatkan bantuan kursi plastik, Urbanus menyebut Stasi Apaulo Puu Maroto kembali mendapat bantuan materil bangunan berupa semen.
Namun, bantuan yang sudah diperoleh dinilai belum begitu cukup untuk memenuhi berbagai kekurangan gereja tersebut.
Untuk itu, saat ini umat sedang menjalankan proposal guna mendapat uluran tangan demi melanacarkan pembangunan gereja tersebut.
“Dan syukur, bulan lalu dari toko Monica Weetabula memberikan bantuan berupa 20 sak semen dan 50 lonjor besi. Kaki sangat berterima atas bantuan itu,” sebut Urbanus.
“Saat ini kami seluruh umat Stasi memang masih sangat membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak. Saat ini fondasi sudah siap ini juga inisiatif dari seluruh umat. Mulai dari batu gunung, pasir semen ini inisiatif dari seluruh umat dan banyak pihak lain juga yang turut membantu,” tambahnya.***
Tinggalkan Balasan