Kelompok UMKM Gollu Rade Siap Jemput Program Bupati Sumba Barat Daya
TIMEXNTT – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya komitmen melakukan upaya peningkatan kualitas produk hasil karya pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah(UMKM) di seluruh wilayah kecamatan.
Peningkatan produk UMKM ini akan dilakukan dengan cara berkolaborasi dengan pemerintah desa.
Dengan begitu, pemerintah desa dapat alokasikan anggaran khusus untuk pengembangan usaha kelompok-kelompok UMKM yang berada di desa.

Dihubungi, Ketua Kelompok UMKM Gollu Rade, Soleman Wolla Mawo menyambut baik komitmen Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya yang digawangi oleh Ratu Ngadu Bonu Wulla dan Dominikus Alphawan Rangga Kaka dalam memperhatikan pemberdayaan terhadap pelaku UMKM.
Menurutnya, perhatian khusus pemerintah kabupaten terhadap pelaku UMKM merupakan langkah awal dalam meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga.
“Tentunya kami sebagai pelaku UMKM sangat menyambut baik dan memberi apresiasi atas komitmen pemda saat ini yang punya niat memberdayakan kelompok-kelompok kecil,” kata Soleman, Jumat(21/03/2025).
“Karena UMKM ini menjadi penentu dalam meningkatkan pendapatan ekonomi. Jika ini menjadi salah satu konsentrasi pemda saya menyambut dengan baik,” tambahnya lagi.

Sejauh ini, Kelompok UMKM Gollu Rade yang berada di Desa Omba Rade, Kecamatan Wewewa Tengah belum pernah mendapat intervensi anggaran dari pemerintah desa.
Soleman mengakui, selama proses memproduksi pangan lokal menjadi sebuah produk yang berlabel menggunakan biaya dari kantong pribadi.
“Kami mandiri selama ini, tidak pernah ada intervensi dana desa. Ada BUMDes tapi tidak berjalan,” sebut Soleman.

Soleman berharap dengan adanya konsentrasi kepemimpinan yang baru dapat membantu memenuhi kebutuhan-kebutuhan pelaku UMKM guna mempermudah dalam membuat satu produk. Saat ini, Kelompok UMKM Gollu Rade masih mengalami kekurangan alat produksi.
Untuk diketahui, Kelompok UMKM Gollu Rade merupakan salah satu kelompok yang fokus memproduksi pangan lokal untuk dijadikan sebagai produk yang berkualitas.
Berbagai hasil produksi mereka sudah dipasarkan hingga ketingkat nasional. Sayangnya tidak pernah mendapat inervensi dana desa demi mengembangkan usaha mereka.***
Tinggalkan Balasan