Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

UPDATE! 80-an Desa di Sumba Barat Daya Sudah Terbitkan Akta Notaris Koperasi Merah Putih

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya(SBD) melalui Dinas Koperasi dan UKM terus melakukan upaya percepatan penerbitan Akta Notaris Koperasi Desa Merah Putih dalam bulan ini.(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya(SBD) melalui Dinas Koperasi dan UKM terus melakukan upaya percepatan penerbitan Akta Notaris Koperasi Desa Merah Putih dalam bulan ini.

Diketahui, dari 173 desa dan 2 Kelurahan di Sumba Barat Daya sudah membentuk Koperasi Merah Putih. Sejumlah pengurus yang dibentuk rata-rata merupakan sarjana.

Saat ini, mereka dalam proses pengurusan sejumlah dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Termasuk penerbitan Akta Notaris.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM SBD, Yengo Tanda Kawi menyebut, hingga saat ini sudah 80-an desa yang sudah diterbitkan Akta Notaris. Bahkan, beberapa diantaranya sudah mengurus rekening, NIB dan NPWP.

Baca Juga  Belum Ada Hasil, Masyarakat Desa Panenggo Ede Kembali Layangkan Pengaduan; mohon untuk menangkap dan proses hukum kepala desa

Namun demikian, masih terdapat sejumlah desa yang hingga saat ini belum mengantar kelengkapan dokumen pembentukan Koperasi Merah Putih.

Desa-desa tersebut paling banyak dari Kecamatan Kodi Balaghar, Kodi Utara dan Wewewa Utara.

“Per hari kemarin sudah 80-an desa yang terbit akta notaris. Hari ini kita usahakan sudah berada di angka ratusan desa dari 173 desa dan 2 kelurahan,” kata Yengo kepada timexntt.id, Sabtu(14/06/2025) via telefon.

Lebih lanjut, Yengo menuturkan, pendampingan terhadap pengurus Koperasi Merah Putih perlu dilakukan secara rutin guna meningkatkan kualitas mereka dalam mengelola koperasi tersebut.

Baca Juga  Dandim 1629 SBD Sebut 45 Gedung KMP Sudah Mulai Dibangun

Apalagi, kata dia, Koperasi yang dibentuk ini adalah hal baru bagi pengurus, khususnya bagi desa-desa terpencil.

Namun, saat ini, Dinas Koperasi dan UKM masih dalam proses pengajuan permohonan anggaran pelatihan dan operasional.

“Memang ini membutuhkan kerja kolaborasi. Nanti juga kita akan bentuk Satgas dalam melibatkan pihak-pihak terkait sehingga ada hasil baiknya dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Beberapa hari lalu saya sudah ajukan permohonan anggaran pelatihan dan operasional di Bupati semoga dijawab oleh tim TPAD, supaya bisa dilakukan pelatihan atau pendampingan yang lebih efektif,” katanya lagi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!