Video Terbaru, APH Disebut Sedang Kumpul Bukti, SLD Diduga Melakukan Upaya Suap, Kerugian Mencapai Rp12 Miliar
TIMEXNTT – Pasca beredar rekaman suara yang diduga mirip suara Ketua Yayasan Tunas Timur(Yatutim), Soleman Lende Dappa alias SLD, kini video berdurasi 4 menit 40 menyusul.
Dalam isi video ini, memperlihatkan 3 orang yang sedang melakukan percakapan via telefon. Terdengar pula suara yang sangat jelas mirip suara Soleman Lende Dappa.
Dalam percakapan itu, SLD kembali meminta uang kepada sejumlah koordinator wilayah.
Namun, percakapan ketiga orang itu belum diketahui sejak kapan direkam. Walau begitu, video tersebut diduga kuat direkam pasca kasus dugaan pengelembungan dana BOS yang kemudian ditangani oleh pihak APH.
Pada persoalan ini, Ketua Yatutim itu diduga telah melakukan penggelembungan dana BOS dari 12 Sekolah dengan total kerugian mencapai Rp12 milliar.
Sedangkan jumlah siswa yang diduga digelembungkan kurang lebih 3.211 siswa sejak tahun 2015 silam.
Setelah mendapat berbagai sorotan, dari data 12 SD ini, 3.211 siswa tiba-tiba dikeluarkan dengan alasan yang tidak jelas.
Sementara data riil di 12 sekolah itu sebanyak 418 siswa yang lulus sejak tahun 2021, sehingga total keseluruhan siswa yang mendapat dana bos itu sebanyak 3.629.
Dalam video itu, SLD yang juga mantan calon Wakil Bupati Sumba Barat Daya ini dengan berani mengatakan kalau saat ini pihak yang diduga Aparat Penegak Hukum(APH) tengah melakukan pengimpulan bukti berupa data dugaan penggelembungan dana BOS.
“Tapi saya coba komunikasi dengan teman jangan sampai mereka bisa bantu toh. Secepatnya eh jangan sampai dua hari lagi keluar lagi buat mereka turun lagi,” ungkapnya.
Hal tersebut pun diamini oleh salah satu lawan bicara yang diduga adalah seorang koordinator dan juga kepsek di salah satu sekolah milik Yatutim.
Dirinya bahkan mengaku takut pembicaraan antara ketiganya disadap sehingga dirinya meminta agar ketiga bisa bertemu.
Hal tersebut pun ditanggapi oleh SLD dengan kembali meminta mereka untuk bisa segera mengusahakan uang tersebut dalam satu dua hari ke depan.
“Kalau sudah ada langsung bawa sudah ke sana. Kalau bisa Rp15 juta itu karena Rp10 juta juga sudah amanlah. Jangan lambat. Segera datang biar kita panjar memang supaya bisa kasih mereka pu kaki tangan biar mereka tidak muat lagi. Jangan sampai orang lain dengar. Komunikasi baik-baik. Jangan kasih tahu lain bilang ini sogok. Kalau mereka tahu lebih hancur lagi,” pesannya lagi. ***
Tinggalkan Balasan