Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Viral di Medsos, Diduga Rekaman Suara Ketua Yatutim Minta Fee Dari Dana BOS Hingga Ancam Dipecat

Rekaman suara yang diunggah oleh akun facebook @Lusia Kaka beberapa jam lalu ini kini menjadi viral diberbagai paltform media sosial.(Dok.Tangkapan layar facebook @Lusia Kaka)

TIMEXNTT – Viral rekaman suara tentang meminta fee dari dana BOS beredar di media sosial berupa facebook. Diduga rekaman itu merupakan percakapan Ketua Yayasan Tunas Timur(Yatutim), Soleman Lende Dappa dan seorang kepala sekolah.

Rekaman suara yang diunggah oleh akun facebook @Lusia Kaka beberapa jam lalu ini kini menjadi viral diberbagai paltform media sosial.

Dalam isi percakapan rekaman itu, keduanya menggunakan bahasa daerah Sumba Barat Daya mirip bahasa suku Wewewa. Setelah disimak secara seksama, timexntt.id berhasil menerjemahkan percakapan tersebut.

Akun facebook @Lusia Kaka juga memosting foto Soleman Lende Dapat hingga memberi tulisan “Raja Korupsi Dana Bos Dan Dalang Penggelembungan Dapodik Sekolah Yatutim”.

Sedangkan di keterangan postingannya, akun facebook @Lusia Kaka menuliskan “Pimpinan yayasan yg selalu memeras kepalah sekolah milik yayasan nya,buaya ini bernama soleman lende dapa,salah 1 oknum penipuan jumlah siswa,penggelapan dana Bos,mohon kejaksaan sumba barat cepat tindak lanjuti,”.

Screenshot 20250219 085321 Facebook
Tangkapan Layar Postingan Akun Facebook @Lusia Kaka

Di awal percakapan itu, kepala sekolah yang belum diketahui identitasnya meminta permohonan maaf kepada Soleman Lende Dappa karena tidak bisa bertemu secara langsung.

“Minta maaf bapak, saya ada antar anak di PPA, saya sudah titip di bendahara Pak Rikson. Itu yang kita sepakat dulu itu sudah bapak,” kata kepala sekolah yang diterjemahkan timexntt.id, sebagaimana Rabu(19/02/2024) dari rekaman suara yang beredar.

Baca Juga  Miris, di SBD Ada Tenaga Guru SMK yang Hanya Terima Honor Setiap Enam BulanĀ 

Kemudian, suara yang diduga mirip suara Soleman Lende Dappa merespon penyampaian kepala sekolah. Ia merasa kesal karena uang yang diberikan hanya Rp20 juta.

Pasalnya, jumlah tersebut tidak sesuai yanh disepakati. Menurutnya, kepala sekolah itu seharusnya menyetor Rp36.400.000.

“Tapi kamu hanya kasih Rp20 juta. Kamu janji waktu itu minimal Rp25 juta,” respon Soleman Lende Dappa.

“Rp20 juta yang kita omong saat itu bapak. Pokoknya jangan kurang dari Rp20 juta bapak bilang,” sanggah kepala sekolah.

Mendengar sanggahan itu, Soleman Lende Dappa kembali menegaskan bahwa yang disepakati awal adalah Rp36.400.000. Ia bahkan meminta kepala sekolah tidak boleh menyangkali kesepakatan awal.

“Saya minta kamu, mulutmu jangan suka putar balik begitu. Saya paling tidak suka putar balik. Saya ini pimpinannmu. Jadi kamu bilang nanti saya kasih Rp25 juta ini Rikson dengar sendiri juga sekarang ada di saya. Kamu suka putar balik dengan saya, tidak apa.

Baca Juga  Kabar Gembira Buat Nelayan, Petani, Untuk Pelaku UMKM Ratu Angga Siapkan Modal Usaha

Mantan calon Wakil Bupati Sumba Barat Daya pada bulan November tahun 2024 itu bahkan mengancam memecat kepala sekolah tidak dengan hormat.

Dengan jumlah uang sudah diserahkan melalui bendahara, Soleman Lende Dappa tetap menerimanya tetapi dengan perjanjian pencairan tahap berikut harus setor Rp40 juta lebih.

Ia pun menegaskan pada pencairan tahap II dirinya harus menerima Rp40 juta dari total anggaran Rp80 juta lebih.

Tak main-main, Soleman Lende Dappa pun memberi peringatan keras bilamana kepala sekolah tidak menyetor jumlah uang yang dimintanya akan dipecat secara tidak terhormat.

“Jangan sampai dia memuncak maka kamu akan dapat nol dan saya pecat tidak dengan hormat. Saya ikuti sekarang tapi pencairan berikutnya kamu kasih Rp40 juta tidak boleh kurang satu persen untuk termin dua. Saya kasih peringatan terakhir buat kamu untuk hari ini karena uang yang masuk termin dua Rp80 juta lebih,” tegasnya.

Diakhir percakapan itu, Soleman Lende Dappa bahkan menyentil soal utang hewan berupa sapi. Sehingga ia meminta kepala sekolah dalam rekaman itu untuk menyetor sejumlah uang pada tahap II tanpa kekurangan satu rupiah.

Hingga berita ini ditayangkan, timexntt.id masih berupaya konfirmasi Ketua Yayasan Tunas Timur(Yatutim).***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!