Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Wakil Bupati Minta Kepala Desa Lua Koba Dampingi Warga Mengurus Kartu Keluarga

Meski memiliki persyaratan tertentu untuk mengurus kartu keluarga, Wakil Bupati SBD juga meminta supaya Kepala Desa terus berupaya melakukan sosialisasi tentang pentingnya memiliki administrasi kependudukan.(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Dominikus Alphawan Rangga Kaka meminta Kepala Desa Lua Koba, Wewewa Barat supaya dampingi warga dalam mengurus Kartu Keluarga(KK).

Meski memiliki persyaratan tertentu untuk mengurus kartu keluarga, Wakil Bupati SBD juga meminta supaya Kepala Desa terus berupaya melakukan sosialisasi tentang pentingnya memiliki administrasi kependudukan.

Dengan begitu, diyakininya, masyarakat dapat menyediakan segala bentuk persyaratan yang diminta oleh dinas terkait.

Menurutnya, bantuan-bantuan yang akan disalurkan oleh pemerintah baik melalui kelompok tani akan menggunakan sistem by name, by address.

“Bantuan nantinya akan disalurkan by name, by addres,” kata Wakil Bupati SBD ketika menghadiri panen raya padi ladang di Kelompok Tani Ana Milla, Sabtu(26/04/2025).

Dikesempatan itu juga, mantan DPRD Provinsi NTT ini juga mengingatkan supaya Kepala Desa tak henti-henti dalam mendampingi warga Desa Lua Koba yang sudah memiliki Kartu Keluarga supaya anak-anak mereka tercover dalam kartu keluarga tersebut.

Baca Juga  Kepala Dinas Pertanian SBD Disemprot Oleh Petani Karena Dinilai Banyak Alasan: Bapak Tidak Konsisten

Data-data anak wajib tercover dalam kartu keluarga untuk memudahkan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

Ia mencontohkan salah satu keluarga yang ditemuinya ketika mengunjungi salah satu rumah sakit.

Keluarga tersebut tidak bisa mengklaim BPJS Kesehatan lantaran anaknya belum tercover dalam kartu keluarga.

“Yang perlu kita siapkan adalah data. Bapak desa, kemarin saya berkunjung di rumah sakit ada anak yang baru lahir tidak bisa diklaim BPJS Kesehatan karena anaknya belum masuk dalam data Kartu Keluarga. Ini saya lihat adik-adik, mama-mama gendong anak harus pastikan anak tercover dalam KK,” tuturnya.

Disisi lain, dirinya juga menanggapi keluhan masyarakat tentang jalan yang sudah mengalami rusak parah. Menurutnya, tahun ini belum ada anggaran untuk pekerjaan jalan lantaran terjadi efesiensi anggaran.

Baca Juga  Pemerintah Sumba Barat Daya Tetapkan Rp13 Miliar Pembangunan Jalan Lua Koba dan Omba Rade-Kalembu Tillu

Untuk itu, ia meminta masyarakat Desa Lua Koba dan sekitarnya supaya menunggu tahun depan jika sudah ada anggaran pekerjaan jalan.

“Soal jalan, dulu waktu saya dengan Ibu Bupati kampanye kami sudah keliling keluar masuk di Wewewa Barat. Tapi sayang ada efesiensi anggaran. Ke depan kita akan prioritaskan,” katanya lagi.

Meski memiliki akses jalan yang sudah rusak, ia berharap supaya petani tetap rajin dalam bertani.

Bahkan, diharapkannya juga supaya program swasembada pangan Presiden Prabowo dapat disukseskan walau memiliki berbagai keterbatasan.

“Teman penyuluh yang sudah mendamping Kelompok Tani sangat luar biasa. Ke depan terus berjalan kita kejar target luas lahan tanam. Sekarang terjadi degradasi. Dulu di Weetebula orang masih bisa tanam jagung dan padi, sekarang sudah kota di sana,” tambahnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!