Walau Gagal Berkompetisi di Pilkada SBD, D’Dama Riko Ajak Pendukung Merawat Persaudaraan
TIMEXNTT – Hitung jam, KPU Sumba Barat Daya(SBD), Nusa Tenggara Timur(NTT) segera menutup pendaftaran bakal calon.
Sejak dibuka pendaftaran mulai tanggal 27-29 Agustus 2024, ada tiga paket yang resmi mendaftar sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati periode 2024-2029.
Dihari terakhir pendaftaran, Dominggus Dama – Richardus Holo Kondo dipastikan gagal mengikuti perhelatan Pilkada SBD.
Kendati begitu, pasangan dengan tagline berjuang bersama Ole Milla Ole Dengo itu tetap mendukung suasan Pilkada SBD yang damai.
Kepada sejumlah wartawan, Richardus Holo Kondo mengatakan, dirinya bersama Dominggus Dama siap menerima hasil perjuangan selama proses konsulidasi dengan seluruh partai politik sebelum pendaftaran di KPU SBD.
Walau sudah memastikan diri tidak punya ruang lagi untuk berkompetisi, Richardus tetap mendukungan serta mengajak pendukung dan seluruh masyarakat SBD untuk mewujudkan Pilkada SBD yang damai.
“Dinamika politik sudah berjalan. Tentunya kita jaga suasana, jaga hati untuk menciptakan pilkada yang damai ada hal yang penting. Sehingga semuanya juga jangan terprovokasi hal-hal yang juga tidak perlu,” ajak Richardus ketika mendatangi KPU SBD untuk konsultasi, Kamis(29/08/2024).
Mengingat Kabupaten Sumba Barat Daya pernah mempunyai histori yang buruk, Richardus juga meminta supaya tetap merawat persaudaraan.
Perlu merawat persaudaraan demi mencegah hal tersebut tidak terulang lagi pada Pilkada SBD di tahun 2024.
“Kita harus merawat persaudaraan. Kita harus belajar dari histori yang pernah terjadi dan kita tidak mau SBD mengulangi kembali,” pintah Richardus.
Menanggapi tiga paket yang sudah daftarakan pencalonannya di KPU SBD, Richardus menyebut akan mensuport semua paket tersebut. Bahkan, ia menyebut mereka sebagai putra putri terbaik Sumba Barat Daya(SBD), NTT.
“Tinggal sekarang bagaimana kita mensuport teman-teman mereka yang sudah mendaftar dan sudah masuk arena konstentasi. Semua yang maju ini putra putri terbaik Sumba Barat Daya,” sebutnya.
Namun, Richardus belum menentukan arah dukungan terhadap tiga paket yang sudah secara resmi daftar di KPU SBD.
“Untuk pilihannya kan begini. Tiga paket sudah mendaftar paling tidak tidak mungkin ada yang seri. Dua sudah pasti tereliminasi. Ya sekarang kita merasa bahwa kurang senanglah karena tidak mendapatkan itu,” ujarnya.
Walau merasa kurang senang karena tidak mendapat kesempatan yang sama, Richardus itu sifatnya awal. Sebab bagi dia, pasca 27 November diyakininya akan ada konstestan yang mengalami hal yang sama pula.
“Tetapi ini sifatnya awal, waktu kemudian nanti pasca 27 November pasti ada dua juga konstentan yang akan merasa kecewa. Kecewanya sekarang kita kecewa dahulu. Kan kita punya pilihan siapa yang harus dimenangkan dan siapa yang harus dikalahkan,” ungkapnya.***
Tinggalkan Balasan