Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Walau Sudah Klarifikasi, Kades SBD Buka-Bukaan, Pernah Setor Lewat Staf Dinas PMD dan Camat

Ia menjelaskan, alasan diminta fee dari uang desa yang dicairkan bermacam-macam. Salah satunya supaya proses pencairan cepat dilakukan.(Dok.Istimewa)

Kendati membuat klarifikasi, seorang kepala desa di Kabupaten Sumba Barat Daya yang namanya diminta untuk disamarkan mengaku pernah melakukan penyetoran. Penyetoran itu dilakukan pasca pencairan uang desa.

“Saya pernah diminta juga oleh kadis,” ngaku kepala desa itu ketika menghubungi timexntt.id, Kamis(23/01/2024).

Kades itu menduga bahwa bukan hanya satu dua desa yang mengalami hal sama. Penyetoran sejumlah uang dilakukan bukan hanya pada dinas PMD melainkan di pihak kecamatan.

Baca Juga  Polres SBD Melalui Polsek Webar Dekatkan Pelayanan Pembuatan SIM A dan SIM C

Ia menjelaskan, alasan diminta fee dari uang desa yang dicairkan bermacam-macam. Salah satunya supaya proses pencairan cepat dilakukan.

Sementara nominal uang yang disetor bervariasi. Paling banyak Rp2 juta setiap pencairan.

Baca Juga  Fakta Terbaru! Bendahara Ngaku Terima Fee Rp4 Juta dari Proyek DAK SBD Rp300 Juta

“Bukan hanya di PMD saja bahkan di kecamatan juga. Jumlahnya tidak ada target . Paling besar Rp2 juta. Pokoknya mereka ada cara saja minta mau bagaimana lagi,” sebutnya.

Lebih lanjut, kades itu menuturkan, dirinya kadang ditelefon ketika menjelang pencairan. Namun, ia enggan mengangkat telefon tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!