Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Wasit Akui Cepat Mengambil Keputusan Dalam Laga Persada Sumba Barat Daya vs Persamba Manggarai Barat

Wasit yang memimpin pertandingan antara Persada Sumba Barat Daya vs Persamba Manggarai Barat mengakui cepat mengambil keputusan hingga menunjuk titik pinalti.

TIMEXNTT – Wasit yang memimpin pertandingan antara Persada Sumba Barat Daya vs Persamba Manggarai Barat mengakui cepat mengambil keputusan hingga menunjuk titik pinalti.

Ia bahkan meminta maaf atas keputusannya yang terburu-buru di Kapten Persada Sumba Barat Daya.

Jika tidak ada persoalan itu, Persamba Manggarai Barat malah mempunyai peluang besar menangkan pertandingan karena hanya berhadapan dengan 10 pemain Persada Sumba Barat Daya.

Keputusan cepat wasit ini diambil di menit kruasial dalam pertandingan babak 16 besar ETMC XXXIII di stadion Oepoi Kota Kupang, Minggu(16/03/2025).

Dikonfirmasi, Sekretaris Askab Sumba Barat Daya, Emanuel Da Titto mengatakan, wasit telah mengakui mengambil keputusan cepat ketika Kapten dari Persada Sumba Barat Daya melakukan aksi protes.

“Jadi kapten kami tanya wasit, kenapa menunjuk titik pinalti? Lalu wasit bilang ada pelanggaran. Kapten kami tetap protes, tetapi wasit mengaku kalau cepat mengambil keputusan. Wasit sempat minta maaf di kapten atas keputusannya dia bilang Saya minta maaf terlalu cepat ambil keputusan,” kata Emanuel dalam menirukan pengakuan wasit di kapten Persada Sumba Barat Daya.

Baca Juga  Liga Italia 2024, Inter Milan Meraih Poin Penuh 

keputusan wasit itupun disebut sebagai keputusan kontroversial. Pasalnya, pemain Persada Sumba Barat Daya bersih mengahalangi bola tanpa mengenai badan pemain Persamba Manggarai Barat.

Bukan hanya itu, keputusan wasit utama ini tidak melalui kordinasi dengan Asisten Wasit(AW).

Padahal, ketika tim Persada Sumba Barat Daya menanyakan Asisten Wasit, ia menyebut bukan pelanggaran.

“Pemainnya muncul dari belakang dan kami nilai dia itu diving. Terus wasit mengambil keputusan menunjuk titik pinalti, itu yang kami protes. Menurut kami ada keputusan wasit yang sangat kontroversial dimenit-menit terakhir pada saat perebutan bola di depan gawang. Bola itu diselamatkan tanpa mengenai pemain yang muncul dari belakang. Kami kordinasi dengan asisten wasit, dia bilang bukan pelanggaran,” tutur Emanuel.

Panitia ETMC XXXIII pun mengambil keputusan dengan menyebut pertandingan sudah selesai karena wasit sudah meniup pluit dan menunjuk titik putih tengah lapangan.

Emanuel menegaskan, tidak ada hasil dari pertandingan ini dan klaim skor tetap 2-2 karena tidak ada pinalti yang terjadi. Jadi ditegaskannya lagi hasil tetap draw.

Baca Juga  Persada Sumba Barat Daya Walk Out Dari Lapangan Hijau, Bentuk Protes Keras Terhadap Wasit

“Terakhir itu menurut panitia pertandingan selesai. Kami tetap protes dan pertanyakan. Kalau sudah selesai hasilnya bagaimana? Tidak ada pinalti yang terjadi,” tegas Emanuel.

Kendati tetap melakukan aksi protes, Ketua Aprov NTT turun tangan dan memfasilitasi persoalan tersebut. Di lapangan, Ketua Aprov meminta Persada Sumba Barat Daya untuk menenangkan diri untuk mencari solusi bersama.

Persada Sumba Barat Daya dijanjikan oleh Ketua Aprov NTT bahwa hal tersebut akan didiskusikan malam ini atau paling lambat keesokan harinya.

Dengan janji itu, Persada Sumba Barat Daya pun mengambil sikap dan meninggalkan lapangan pertandingan.

“Sampai Ketua Asprov turun tangan, dia fasilitasi kami untuk didiskusikan malam ini paling lambat besok pagi untuk mencari solusi yang baik. Kalau tidak ada janji Ketua Apsrov kami tidak akan tinggal di lapangan. Karena menurut kami ini partai hidup mati. Kalau kalah gugur. Karena tidak ada hasil kami tetap anggap draw, tidak ada tendangan pinalti,” kata Emanuel.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Komentar

  1. Dis saja dua tim tersebut, baik Mabar maupun Sumba Barat daya, tpi sebelumnya tawarkan Ke dua Tim untuk Drama adu Finalti, jgn di ambil Exra time Krn sangat berdampak kacau,….alasannya Krn wasit utama mengakui kesalahannya apalagi AW 1 menganggap bukan pelanggaran. Jika Manggarai Barat TDK menerima ini maka satu2nya cara adalah Dis untuk dua Tiem , jika TDK SBD Pasti turun di jadwal Manggarai Barat saat 8 Besar.

  2. Keputusan wasit usai persada vs persamba sangat kontroversi dan sangat merugikan pihak sebelah, secara garis wasit sedikit pro terhadap pihak persamba sehingga wasit tidak ingin melihat lagi tayangan ulang dari video siaran tersebut, secara langsung maupun tidak wasit sangat terlihat pro sebelah dan pandangan umum pertandingan tersebut harus di ulangi serta masyarakat berharap agar pertandingan atau laga tersebut di ulangi agar tidak ada kerugian karena sangat jelas tidak adanya pelanggaran.

Tutup
error: Content is protected !!