Wisata Weekacura Tampak Indah, Tetapi Wisatawan Malah Curhat Soal Kenyamanan Hingga Menuai Sorotan
Dampaknya, sejumlah wisatawan yang sedang mengahabiskan waktu di destinasi wisata itu malah tidak nyaman atau tidak betah untuk tinggal lama di sana.
@Charen Rambu Pedy juga membandingkan destinasi wisata lain yang memiliki petugas pemungut karcis. Disebutnya bahwa petugas di tempat pariwisata lain dilengkapi dengan identitas yang lengkap hingga menerima wisatawan dengan ramah.
Berikut adalah isi unggahan akun faceboom @Charen Rambu Pedy yang hingga saat ini menuai beragam komentar.
Maaf bertanya,Weekacura masuk Desa Tema Tana atau desa Kadi Wano ? Dan pertanyaan berikutnya, apa memang sudah ada petugas khusus yang bertugas memungut uang untuk setiap kendaraan roda 4 paling sdkit Rp20.000 yang parkir dipinggir jalan?
Soalnya pengalaman selama beberapa kali ke sana belum pernah saya ditagih/dimintain uang karena saya pasti memberikan jika ada bukti/karcis yang bisa dipertanggungjawabkan, tetapi kemarin dengan mata kepala saya, saya lihat 3 orang yang sempat saya foto secara diam-diam (tidak saya post disini), dengan memegang palu/hamar kecil dan juga memakai parang (apa memang kebetulan atau ada niat lain yang terselubung)meminta uang dengan sedikit memaksa kepada beberapa pengunjung yang datang, dan beberapa pengunjung merasa sangat terganggu ketika oknum-oknum tersebut mengikuti mereka.
Kalau memang ada kebijakan dari desa yang bersangkutan biar jadi pencerahan buat kita semua, karena sebagai salah satu pelaku Pariwisata, saya sangat prihatin kalau tindakan yang dilakukan oleh oknum tersebut adalah untuk kepentingan/keuntungan pribadi tanpa mempertimbangkan kepentingan umum yang pasti bakal merugikan.
Memang benar di beberapa destinasi Wisata yang lain yang sudah dikelola dengan baik oleh pemerintah (BumDes, kecamatan, kabupaten atau bahkan pihak swasta) ada pelaku-pelaku Pariwisata baik itu guide lokal, penjual karcis masuk dan lain-lain tetapi mereka punya tanda pengenal dan bukti yang bisa dipertanggung jawabkan serta grooming yang layak.
Tetapi mungkin yang lebih memprihatinkan (maaf tidak bermaksud menghina) pengalaman kemarin, oknum-oknum trsebut dengan PDnya mendekati setiap pengunjung dengan aroma yang sangat menyengat karena kemungkinan mandinya sudab beberapa hari sebelumnya.
Tinggalkan Balasan