Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Wisata Weekacura Tampak Indah, Tetapi Wisatawan Malah Curhat Soal Kenyamanan Hingga Menuai Sorotan

Wisata Weekacura di Desa Tema Tana, Kecamatan Wewewa Timur, SBD, NTT. Weekacura di apit oleh persawahan masyarakat lokal yang menjadi pelengkap keindahan alam ketika mata memandang. (Dokumentasi Photografer @Rubo Alwyn Wawyn)

Seharusnya kalaupun mereka mau membantu dengan harapan pengunjung memberi tip’s dengan sukarela, ya mandi dan berpakaian yang layak sehingga daerah/wilayah kita semakin dikenal dengan baik dan slogan tentang “Bali masa lalu, Labuan Bajo masa kini & Sumba masa depan bukan sekedar slogan tetapi benar-benar diwujudkan dg baik karena Sumba sudah kaya dengan SDA dan budaya yang unik /beragam tetapi SDMnya masih sangat jauh dari yang diharapkan. 

Mari sama-sama kita membangun Pariwisata daerah kita dengan membenahi diri yang lebih baik & benar sesuai dengan aturan dan kebijakan yang ada sehingga kita mampu bersaing bukan saja dikancah Nasional tetapi di mata dunia/Internasional.

Sontak, unggahan akun facebook @Charen Rambu Pedy mendapat sejumlah komentar dari pengguna facebook lainnya.

Baca Juga  Danau Weekuri dan Kesepian yang Memikat Hati

 

“Menurut saya itu termasuk tukang malak, Semoga pemerintah setempat membaca postingannya Tante dan mengambil sikap demi kemajuan pariwisata, dan postingannya Tante sangat bijak karena tidak merugikan siapapun. Intinya isi postingannya agar ada pembenahan,” komentar pengguna facebook lainnya.

“Tepat sekali. Saya juga pernah mengalami hal yang sama ketika membawa teman-teman ke sana. Bahkan saya diancam karena saya mempertanyakan karcis dan bayaran yang cukup mahal untuk kami per orang. Sebenarnya tidak masalah mahal setidaknya kami tahu bahwa kami tidak sedang ditipu atau diperas. Kami ber 16 ditambah saya dan supir 18. Kami di minta per orang 20rb. Kebetulan saat itu kami pakai bus. Dan kendaraan kami parkir di parkiran weekelo sawah. Dan di sana kami juga sudah bayar tiket masuk. Iya saya tau weekelo sawah dan wekacura adalah 2 wisata yang berbeda. Tapi tetap saja 20/org itu tidak masuk akal. Dan juga meminta dengan memaksa dengan parang di pinggang. Dan karena saya mempertanyakan karcis dan jga kenapa bayarannya 20k/org, sementara menurut informasi dari teman2 saya yang lain yang pernah berkunjung ke sana itu biasanya 10k/org. Dia mengancam hahahaha, tapi saya hanya membayar 100k. Mau terima atau kami jalan. Akhirnya dia terima dan dia ancam akan mengenali muka saya selamanya . Maaf tidak takut,” tulis akun lainnya dalam kolom komentar.***

Baca Juga  Wisatawan Kecewa, Padahal Air Terjun Pabeti Lakera Sudah Bersertifikat Kepemilikan

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!