Wisata Weekacura Tampak Indah, Tetapi Wisatawan Malah Curhat Soal Kenyamanan Hingga Menuai Sorotan
Kalau memang ada kebijakan dari desa yang bersangkutan biar jadi pencerahan buat kita semua, karena sebagai salah satu pelaku Pariwisata, saya sangat prihatin kalau tindakan yang dilakukan oleh oknum tersebut adalah untuk kepentingan/keuntungan pribadi tanpa mempertimbangkan kepentingan umum yang pasti bakal merugikan.
Memang benar di beberapa destinasi Wisata yang lain yang sudah dikelola dengan baik oleh pemerintah (BumDes, kecamatan, kabupaten atau bahkan pihak swasta) ada pelaku-pelaku Pariwisata baik itu guide lokal, penjual karcis masuk dan lain-lain tetapi mereka punya tanda pengenal dan bukti yang bisa dipertanggung jawabkan serta grooming yang layak.
Tetapi mungkin yang lebih memprihatinkan (maaf tidak bermaksud menghina) pengalaman kemarin, oknum-oknum trsebut dengan PDnya mendekati setiap pengunjung dengan aroma yang sangat menyengat karena kemungkinan mandinya sudab beberapa hari sebelumnya.
Seharusnya kalaupun mereka mau membantu dengan harapan pengunjung memberi tip’s dengan sukarela, ya mandi dan berpakaian yang layak sehingga daerah/wilayah kita semakin dikenal dengan baik dan slogan tentang “Bali masa lalu, Labuan Bajo masa kini & Sumba masa depan bukan sekedar slogan tetapi benar-benar diwujudkan dg baik karena Sumba sudah kaya dengan SDA dan budaya yang unik /beragam tetapi SDMnya masih sangat jauh dari yang diharapkan.
Tinggalkan Balasan