Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

YHS Gelar Workshop Melibatkan ODDP, Stefanus; Sudah ada yang bekerja

Kegiatan ini mengangkat tema kebijakan inklusif disabilitas dalam proses perencanaan dan penganggaran tingkat kabupaten.(Dokpri Rian Marviriks)

Selama ini, Stefanus menyebut bahwa kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas sering menjadi pihak yang tidak diperhatikan atau dilibatkan.

“Akhirnya mereka menjadi masyarakat yang sangat miskin, tidak berdaya serta hidup dengan kondisi yang tidak manusiawi,” sebutnya.

Stefanus pun meminta supaya kelompok-kelompok ODDP dapat dilibatkan dalam berbagai proses perencanaan pembangunan. Termasuk dalam perencanaan pembangunan tingkat desa.

Baca Juga  KPK RI Turun Gunung, Berikut Daftar Temuan di SBD yang Ogah Bayar Pajak Hingga Rp2 Miliar

Hal itu perlu dilakukan supaya ODDP dapat menyampaikan berbagai aspirasinya dan kebutuhan-kebutuhan yang hendak mendukung segala bentuk aktivitas mereka.

Selama ini, kata Stefanus, banyak stigma buruk yang sering menimpal ODPP. Ada yang menyebut bahwa ODPP hanya membuat masalah. Bahkan tidak danggap sama sekali.

Baca Juga  Rincian Dana Desa Kabupaten Sumba Barat 2025, Desa Dede Kadu Rp1,2 Miliar

Namun ketika dilatih dan diberikan kesempatan akhirnya mereka pulih dari situasinya dan kemudian bisa bekerja seperti warga yang lain.

Lebih lanjut, Stefanus menjelaskan, program pendampingan yang sedang berjalan itu sudah dilakukan sejak tahun 2023 silam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!