Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Muhaimin: Kita Tidak Ingin Di Bawah SMK Atau SMA Yang Berangkat Ke Luar Negeri

Rian Marviriks Storintt.id
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) A. Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa arah kebijakan penempatan ke depan tidak lagi berorientasi pada kuantitas semata, melainkan kualitas dan akses ke negara-negara dengan standar upah tinggi serta sistem perlindungan yang kuat.

STORINTT – Pemerintah terus memperkuat strategi transformasi pekerja migran Indonesia (PMI) menjadi tenaga kerja terampil dan berdaya saing global.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) A. Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa arah kebijakan penempatan ke depan tidak lagi berorientasi pada kuantitas semata, melainkan kualitas dan akses ke negara-negara dengan standar upah tinggi serta sistem perlindungan yang kuat.

Baca Juga  HOAX! 8 Perusahan Perekrut PMI Minta Maaf di Pemerintah SBD Buntut Dari Tuduhan Yang Tak Terbukti

Hal ini diungkapkannya usai melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Selasa (24/02/2026).

“Saya dan Pak Menteri P2MI akan segera rapat dengan duta-duta besar melalui online maupun langsung menyangkut prospek pasar dan persiapan pemberangkatan tenaga kerja skill, minimal lulusan SMK dan SMA untuk bisa bekerja sebanyak-banyaknya di sektor-sektor yang memberi keuntungan banyak kepada para pekerja kita,” ucap Menko Muhaimin.

Baca Juga  Perusahan Perekrut CPMI di Sumba Barat Daya Wajib Lengkapi Persyaratan SKCK Untuk Mendapatkan Rekomendasi

Menko Muhaimin juga menyoroti pentingnya peran atase ketenagakerjaan dan perwakilan RI di luar negeri untuk membuka akses pasar kerja yang lebih luas, termasuk ke negara-negara dengan standar gaji tinggi dan jaminan sosial yang lebih baik.

Tutup
error: Content is protected !!