Balai Benih Ikan Weekelo Sawah Menjadi Salah Satu Sumber kontributor PAD Dinas Perikanan
STORINTT – Balai Benih Ikan (BBI) Weekelo Sawah, Desa Kadi Wanno, Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya disebut memegang peranan strategis dalam sektor perikanan budidaya lokal.
Dengan memanfaatkan limpahan mata air alami Weekelo Sawah yang tidak pernah kering, fasilitas ini dikembangkan bukan hanya sebagai pusat penyedia bibit unggul, melainkan juga sebagai salah satu sumber kontributor Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan total luas lahan mencapai 1,25 Ha.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sumba Barat Daya, Heryanto B. Bora mengatakan, BBI Waikelo Sawah secara rutin memproduksi benih ikan, seperti Ikan Nila dan Karper untuk didistribusikan ke desa-desa sentra budidaya seperti Desa Kadi Wanno, Mata Kapore, dan Waimangura.
Pada tahun 2025, target produksi tercatat sebanyak 20.000 ekor. Selain distribusi benih, penjualan ikan afkir dari balai ini juga memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Perikanan Sumba Barat Daya.
Namun, ia mengakui kalau pihaknya masih dihadapkan dengan berbagai tantangan, sehingga pengelolaan BBI Weekelo Sawah belum begitu optimal. Misalnya, belum optimalnya ketersediaan induk unggul, keterbatasan pakan alami, seperti cacing sutera dan kutu air, serta perlunya peningkatan kapasitas SDM.
Kendati demikian, Kedepannya, Dinas Perikanan Sumba Barat Daya merencanakan langkah-langkah strategis seperti pemenuhan induk berstandar SNI dan sertifikasi CBIB, serta pengembangan status balai menjadi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).
“Balai Benih Ikan (BBI) Waikelo Sawah merupakan unit di bawah Dinas Perikanan Kabupaten Sumba Barat Daya yang memiliki peran strategis dalam mendukung kesejahteraan pembudidaya ikan air tawar melalui penyediaan benih dan bimbingan teknis. BBI ini juga menjadibsalah satu sumber PAD Dinas Perikanan Sumba Barat Daya,” kata Heryanto atau yang akrab disapa Hery, Jumat(11/09/2026).
Disisi lain, Hery menyebut BBI Waikelo Sawah bertugas melaksanakan aspek teknis operasional dalam sektor pembenihan ikan. Melaksanakan kegiatan pembenihan dan pengelolaan benih bermutu. Kemudian, menyediakan induk unggul bagi masyarakat serta melaksanakan pembinaan teknis terhadap para pembudidaya ikan di wilayah tersebut.
Selain itu, sarana dan prasarana unit ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung budidaya. Diantaranya, kolam budidaya yang mencakup kolam pemijahan, kolam pendederan, kolam induk, serta kolam pembesaran dengan berbagai tipe, seperti permanen, semi permanen, dan tanah.
Kemudian, bangunan pendukung yang memiliki gedung hatchery, gudang pakan, rumah jaga, serta bak filter dan peralatan yan dilengkapi dengan tabung oksigen, akuarium, timbangan digital, serta alat bantu pembenihan lainnya.
“Meskipun demikian, beberapa sarana seperti akses jalan masuk saat ini dalam kondisi rusak berat, dan fasilitas seperti pompa air serta instalasi listrik memerlukan perbaikan lebih lanjut,” tambahnya.***