Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Camat CUP Webar: Lolo Ole vs Wekombak Ricuh Karena Gol Dianulir Wasit

Rian Marviriks Storintt.id
Namun, euforia tersebut tak bertahan lama setelah wasit utama berkonsultasi dengan hakim garis dan memutuskan untuk menganulir gol tersebut karena menganggap ada gangguan pemain dari pemain Lolo Ole terhadap penjaga gawang Wekombak di dalam kotak pinalti.(Dokpri Rian Marviriks)

STORINTT – Pertandingan lanjutan dengan sisa waktu 15 menit antara Lolo Ole vs Wekombak dalam turnamen Camat CUP Wewewa Barat berlangsung penuh dengan drama.

Lolo Ole yang tertinggal 1-0, menguasai pertandingan dengan melakukan berbagai penyerangan dalam mengganggu pertahanan belakang Wekombak. Pada menit-menit terakhir, Lolo Ole berhasil merobek jala gawang Wekombak.

Gol tersebut tercipta dari hasil pantulan atau tepisan penjaga gawang Desa Weekombak dalam kotak pinalti yang kemudian dimanfaatkan pemain Desa Lolo Ole di menit-menit terakhir. Skor berubah menjadi 1-1.

Pantaun storintt.id, Selasa(11/08/2026), Desa Lolo Ole vs Desa Wekombak melanjutkan pertandingan dengan sisa waktu 15 menit itu dilangsungkan di Lapangan Rato Dimu, Desa Waimangura, Wewewa Barat. Pada pertandingan sebelumnya, Desa Wekombak unggul 1-0.

Pertandingan lanjutan yang tersisa 15 menit tersebut awalnya sudah mulai ricuh ketika 2 pemain dari kedua tim saling kejar di lapangan. Namun, kericuhan tersebut dapat teratasi ketika wasit utama mengambil keputusan dalam mengangkat kartu merah untuk 2 pemain tersebut.

Sayangnya, laga yang semula berjalan sengit dan kompetitif seusai 2 pemain mendapat kartu merah terpaksa terhenti setelah kericuhan pecah di dalam dan luar lapangan akibat keputusan kontroversial wasit yang menganulir gol Lolo Ole di menit-menit akhir.

Atas gol tersebut, pemain dan pendukung  Lolo Ole sempat merayakan gol yang berpotensi menyamakan kedudukan tersebut dengan gemuruh. Mereka menilai bahwa gol dicetak oleh seorang rekan mereka dalam memanfaatkan tendangan dari luar kotak pinalti dan ditepis oleh pejaga gawang dalam kotak pinalti adalah sah.

Namun, euforia tersebut tak bertahan lama setelah wasit utama berkonsultasi dengan hakim garis dan memutuskan untuk menganulir gol tersebut karena menganggap ada gangguan pemain dari pemain Lolo Ole terhadap penjaga gawang Wekombak di dalam kotak pinalti.

Keputusan tersebut memicu protes keras dari para pemain dan official di pinggir lapangan. Suasana yang sudah panas sejak awal laga langsung tak terkendali.

Petugas keamanan dengan cepat masuk ke area lapangan untuk mengamankan perangkat pertandingan dan meredakan ketegangan.

Pertandingan tersebut diputuskan untuk dihentikan demi keselamatan seluruh pihak. Sedangkan, gol yang dicetak oleh pemain Lolo Ole masih dinilai belum final. Sehingga skor tetap 0-1 untuk Wekombak. Namun, dari pihak Lolo Ole menganggap gol tersebut tetap sah.

Penjelasan Wasit Utama dan Protes Penjabat Desa Lolo Ole Bersama Pemain

Penjabat Desa Lolo Ole, Remigius Kana Laka juga turut melakukan aksi protes terhadap wasit utama. Ia langsung menyambangi wasit utama dalam mempertanyakan bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh pemain Lolo Ole.

Menurut Remigius, gol tersebut tercipta seusai pantulan bola dari penjaga gawang Desa Wekombak yang dimanfaatkan oleh pemain Lolo Ole dalam kotak pinalti. Namun, wasit utama menilai bahwa gol tersebut tidak sah karena ada gangguan terhadap penjaga gawan Weekombak.

“Gangguan itu apa? Dia tendang itu pemain? Dia siku? Harus jelas, jangan bilang ada gangguan. Inikan tidak benar tindakan seperti ini. Saya sudah ambil keterangan dari wasit utama. Saya pergi tanya baik-baik, dan saya sampaikan gol itu terjadi ketika tendangan dari ujung lapangan yang ditepis oleh kiper, kemudian ada salah satu pemain Desa Lolo Ole yang berada di kotak pinalti menendang bola ke arah gawang dan tercipta gol. Wasit utama bilang ada gangguan tapi tidak tahu gangguan apa. Ini aneh,” tegas Remigius ketika melakukan aksi protes dihadapan panitia, wasit utama dan hakim garis.

Sementara itu, wasit utama yang memimpin laga tersebut mengatakan, pelanggaran yang terjadi sesuai penglihatannya merupakan pelanggaran.

“Jadi kejadian yang terjadi tadi itu, hitungan saya sebagai wasit bahwa dalam kotak 2,4 adalah itu kotak stedil kiper, ketika ada dorongan dan sentuhan sedikit terhadap kiper itu pelanggaran. Kejadian itu yang saya hitung sebagai pelanggaran dari pemain Lolo Ole,” kata wasit utama tersebut.

Ia juga klaim bahwa sebelum terjadi gol, dirinya sudah peluit bahkan mengangkat tangan bahwa terjadi pelanggaran. Namun, penjelasan wasit utama tersebut dibantah oleh pemain Lolo Ole.

“Kejadian tadi juga sebelum gol saya sudah mengangkat tangan dan lepri,” kata wasit.

“Belum, belum lepri kakak, belum peluit kakak, jangan bilang sudah pluit. Bola sudah gol kakak, jangan begitu,” sanggah pemain Lolo Ole.

Pelanggaran dalam kotak terlarang yang disebut oleh wasit utama juga dibantah oleh pemain Lolo Ole. Menurut mereka, benturan itu terjadi karena salah satu pemain Wekombak bertabrakan dengan penjaga gawang Wekombak, sehingga peluang tersebut dimanfaatkan oleh rekan mereka dalam mencetak gol pantulan kiper.***

Tutup
error: Content is protected !!