Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Cerita Peserta yang Lulus PPPK Tahap 1: Kami Tidak Kasih Masuk Berkas Fisik, Langsung Melalui Akun Pribadi

Ia bercerita tentang proses awal ketika melamar menjadi peserta PPPK Tahap 1 di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.(Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Di tengah polemik hasil seleksi PPPK Tahap 2 di Kabupaten Sumba Barat Daya tentang dugaan nama tenaga hororer yang mendapat rekomendasi palsu, ada cerita dari seorang peserta PPPK Tahap 1 yang sudah dinyatakan lulus.

Ia bercerita tentang proses awal ketika melamar menjadi peserta PPPK Tahap 1 di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.

Menurutnya, dalam proses ini, sebagai calon peserta PPPK Tahap 1 wajib melalui berbagai tahapan.

“Awalnya, kami daftar dulu dengan mengakses situs web SSCASN untuk membuat akun dengan mengisi data diri. Setelah itu kami cetak kartu sebagai bukti pendaftaran,” kata seorang peserta lulusan PPPK Tahap 1 ini yang namanya diminta untuk diberitakan ketika ditemui, Sabtu(24/05/2025).

Menurutnya, proses berikutnya adalah peserta login ke akun SSCASN dengan email yang sudah didaftar untuk memilih jenis seleksi sesuai kebutuhan.

Baca Juga  Terbongkar, Dua Peserta PPPK Tahap 2 di SBD Diduga Dapat Rekomendasi Palsu: Pihak yang Diduga Memberi Rekomendasi Memilih Diam

Dalam pilihan itu ada tenaga guru, kesehatan dan lain-lain. Ia menuturkan, peserta juga harus memilih formasi yang sesuai.

Selanjutnya, kata dia, peserta diminta untuk memgikuti petunjuk berikutnya dalam mengisi data diri, riwayat pendidikan serta data lain yang diperlukan.

“Setelah semua proses itu, berikutnya kami unggah dokumen yang sudah discan. Seperti KTP, Ijazah dan dokumen pendukung lainnya, termasuk rekomendasi dari intansi tempat kami honor,” katanya lagi.

Dia menjelaskan, selama penginputan dokumen dilakukan secara mandiri oleh peserta yang bersangkutan. Data-data yang diunggah wajib sesuai kebutuhan yang terdapat dalam sistim.

Baca Juga  Alasan Peserta CPNS Sumba Barat Daya yang Mengundurkan Diri, Padahal Tinggal Menunggu Pengangkatan

Ditanya soal dokumen yang diserahkan ke pihak BKD setempat, ia menyebut tidak ada berkas fisik yang dikumpulkan. Sebab, semua dokumen yang discan langsung diunggah secara online melalui akun masing-masing peserta.

Dalam proses pengunggahan dokumen ini, ia mengaku membutuhkan konsentrasi yang baik demi mencegah kesalahan. Selanjutnya, jika sudah dianggap lengkap, mereka langsung klik resume yang ada dalam akun tersebut.

“Nah, kami menunggu sampai ada pengumuman hasil seleksi administrasi, kalau dokumen yang diunggah berhasil pasti dinyatakan lulus administrasi, tetapi kalau ada yang masih salah, maka peserta yang bersangkutan diminta untuk melakukan perbaikan atau sanggahan. Kalau sudah beres maka kami cetak kartus dan siap mengikuti ujian,” tambahnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!