Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Deklarasi Kampung Pengawasan, Ketua Bawaslu SBD; Jangan Cepat Angkat Parang

Padahal, masih kata dia, masyarakat tidak sadar bahwa akan menjadi korban. Yang mana, ketika terjadi saling ejek mengejek maka tentunya akan mengakibatkan pertumpahan darah.

“Jangan cepat angkat parang. Ini pesta rakyat, pesta kita, bukan pesta pertumpahan darah. Kita bakalai, ujung-ujung kita menjadi abu. Orang lain yang mendapat keuntungan,” tegasnya.

Baca Juga  Masyarakat 'Telanjangi' Kepala Desa Panenggo Ede Dihadapan DPRD, Camat; ini sanksi sosial

Dengan adanya kampung pengawasan partisipatif, Yeremias meyakini bahwa masyarakat akan lebih bijaksana dan dapat berpartisipasi dalam menyukseskan Pemilu 2024.

Bahkan, ia menyebut kehadiran kampung pengawasan akan menjadi wadah yang baik bagi masyarakat dalam menghindari segala bentuk praktek politik uang.

Baca Juga  Presiden Dorong Koperasi Desa Merah Putih, PMD SBD; Belum ada petunjuk

Selain itu, dia juga meyakini bahwa masyarakat tidak akan cepat terprovokasi dengan isu politik yang hendak menimbulkan konflik sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!