Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Ekonomi NTT Triwulan I 2026 Tumbuh 5,32 Persen Dibandingkan Pada Tahun 2025

Rian Marviriks Storintt.id
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi terendah terjadi pada lapangan usaha konstruksi yang mengalami kontraksi sebesar 19,34 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami kontraksi terdalam yaitu kontraksi sebesar 45,29 persen.

Ekonomi NTT triwulan I 2026 dibandingkan dengan triwulan IV 2025 mengalami kontraksi sebesar 4,97 persen.

Tiga lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah lapangan usaha pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang sebesar 6,88 persen, lapangan usaha pertambangan dan penggalian sebesar 3,75 persen dan lapangan usaha jasa lainnya sebesar 0,94 persen.

Tiga lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan terendah yaitu lapangan usaha konstruksi yang menurun sebesar 19,34 persen, jasa kesehatan dan kegiatan sosial yang terkontraksi 9,71 persen, dan lapangan usaha transportasi dan pergudangan yang terkontraksi 9,40 persen.

Struktur PDRB NTT menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku triwulan I tahun 2026 tidak menunjukkan banyak perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.

Aktivitas permintaan akhir masih didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (64,43 persen) yang mencakup lebih dari separuh PDRB NTT.

Komponen lainnya yang memiliki peranan besar terhadap PDRB NTT secara berturut-turut adalah PMTB (39,69 persen), Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (15,72 persen), Ekspor Barang dan Jasa (5,30 persen), dan Pengeluaran Konsumsi LNPRT (3,47 persen).

Tutup
error: Content is protected !!