Jalan Usaha Tani di Webar SBD Disebut Tidak Bermanfaat, Warga Pertanyakan Anggaran 300 Juta
Selain itu, beberapa petani yang memiliki lahan pertanian juga merasa ditipu karena tidak ada tembok penahan dan deker. Mereka juga mengeluhkan ketebalan sirtu yanh dinggap tidak bertahan pada musim penghujan.
Padahal, sebelum penyerahan lahan, para petani dijanjikan pembuatan deker dan tembok penahan demi menjaga tanaman pertanian mereka.
“Tidak ada deker dan tembok penahan. Itu deker mereka pakai pipa besar yang dilapisi tanah sirtu,” kata seorang warga lainnya yang juga namanya enggan diberitakan.
Dengan keluhan itu, sejumlah warga yang telah mengghibahkan lahan dalam pengerjaan jalan sirtu itu mempertanyakan jumlah anggaran kurang lebih 300 juta yang digunakan dalam proyek tersebut.
Mereka juga meminta pihak yang memiliki kewenangan dalam melakukan audit atas pengerjaan jalan usaha tani tersebut.
Tinggalkan Balasan