Jalan Usaha Tani di Webar SBD Disebut Tidak Bermanfaat, Warga Pertanyakan Anggaran 300 Juta
Mirisnya, selama pengerjaan jalan itu disebut pula tidak ada papan informasi yang dipasang guna mengetahui volume jalan maupun sumber dana yang digunakan.
Walau begitu, warga di desa itu menyebut sumber dana untuk pengerjaan jalan itu dikabarkan bersumber dari Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.
Sejumlah warga yang menghibahkan lahannya untuk pembukaan badan jalan pun merasa telah dirugikan. Sebab, hingga pada tahun 2025 ini jalan tersebut malah sulit diakses oleh kendaraan.
“Tidak ada oto yang berani masuk lewat jalan ini. Waktu penyiraman sirtu saja tidak berani masuk. Saat itu mereka siram kemudian eksa yang tarik ke arah bawah karena disitu jurang,” ungkap warga yang namanya diminta tidak diberitakan ketika menghubungi timexntt.id, Jumat(17/01/2025) kemarin.
Selain itu, beberapa petani yang memiliki lahan pertanian juga merasa ditipu karena tidak ada tembok penahan dan deker. Mereka juga mengeluhkan ketebalan sirtu yanh dinggap tidak bertahan pada musim penghujan.
Padahal, sebelum penyerahan lahan, para petani dijanjikan pembuatan deker dan tembok penahan demi menjaga tanaman pertanian mereka.
Tinggalkan Balasan