Jika Bantuan Pusat Lama Turun, di Dinjo Julie Perintahkan Fraksi NasDem SBD Antar Semen dan Batu untuk Korban Gempa
STORINTT – Komitmen cepat untuk penanganan korban gempa ditunjukkan Anggota Komisi XI DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat di Sumba Barat Daya, NTT.
Hal itu ia buktikan dengan menyiapkan langkah alternatif jika bantuan perbaikan rumah dari pemerintah pusat membutuhkan waktu lama untuk turun ke daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Julie saat menyerahkan bantuan sembako dan terpal kepada 28 Kepala Keluarga (KK) terdampak gempa bumi di Desa Dinjo, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kamis (29/10/2026).
Bantuan tersebut merupakan kebutuhan mendesak bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa yang mengguncang wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Pemberian bantuan didampingi Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonu Wulla, Wakil Bupati Dominikus Alphawan Rangga Kaka, BPK Provinsi NTT beserta jajaran, Ketua dan anggota DPRD SBD, para pimpinan OPD, serta Camat Kodi Bangedo.
Kehadiran pimpinan daerah secara lengkap ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani dampak bencana yang dialami masyarakat di wilayah selatan SBD.
Dalam arahannya, Julie mengaku sudah memerintahkan Fraksi NasDem SBD melalui program NasDem Peduli untuk turun langsung mengantar material bangunan. Langkah ini disiapkan sebagai solusi cepat agar warga tidak menunggu terlalu lama.
“Biasanya kalau bencana itu pasti akan diproses tapi memang kadang akan lama. Jika di pusat agar tidak terlalu lama, kita Fraksi Peduli NasDem nanti yang turun bawa batu, semen, dan lain-lain kita atur untuk 28 KK yang mengalami rusak rumahnya,” tegas Julie di hadapan warga.
Pernyataan tersebut disampaikannya sebagai bentuk tanggung jawab moral agar proses pemulihan rumah warga terdampak bisa segera berjalan tanpa harus tergantung sepenuhnya pada birokrasi pusat.
Ia menjelaskan data kerusakan rumah warga baik rusak berat maupun ringan sudah masuk semua dan telah dicek langsung bersama Kepala Desa dan Bupati.
Data tersebut saat ini sedang dipilah bersama Bupati SBD dan Wakil Bupati untuk menentukan mana yang menjadi kewenangan penanganan nasional dan mana yang menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten.
“Tadi saya sudah berkoordinasi dengan Ibu Bupati dan Wakil Bupati bahwa rumah sebagian terdampak ada yang rusak berat dan ringan. Data sudah masuk semua, nanti kita lihat semua dan kita pisahkan,” ujarnya.
Pemilahan data ini penting dilakukan agar penanganan bencana bisa tepat sasaran dan tidak tumpang tindih antara bantuan pusat dan daerah.
Selain material bangunan, Julie juga menegaskan telah memerintahkan agar bantuan sembako tetap disalurkan setiap bulan sampai Desember untuk 28 KK terdampak di Desa Dinjo.
Menurutnya, bantuan kebutuhan pokok menjadi prioritas pertama dalam penanganan bencana karena menyangkut keberlangsungan hidup sehari-hari warga yang rumahnya rusak.
“Prioritas pertama bencana itu bantuan kebutuhan pokok itu wajib. Nanti saya berharap setiap bulan sampai dengan bulan Desember sembakonya tetap diturunkan untuk 28 KK yang terdampak gempa,” katanya.
Ia berharap dengan adanya jaminan bantuan sembako hingga akhir tahun, warga terdampak bisa sedikit tenang sambil menunggu proses perbaikan rumah secara permanen.
Julie mengaku terkejut dengan bencana gempa yang melanda SBD setelah beberapa bulan lalu Flores juga dilanda gempa dengan kerusakan yang cukup parah.
Meski demikian ia meminta warga agar tidak kecil hati karena pemerintah pusat sudah hadir dan memberikan perhatian penuh terhadap bencana yang terjadi di SBD.
“Saya juga turut prihatin, Bapak Mama jangan kecil hati karena niat kita dari pusat, saya dari DPR RI didampingi Mama Bupati dan Bapak Wakil hadir untuk Bapak Mama semua di sini,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmennya untuk tetap berjuang membantu warga SBD walaupun secara administratif Sumba Barat Daya bukan merupakan daerah pemilihannya. Baginya kemanusiaan menjadi alasan utama untuk hadir.
“Apapun alasannya saya harus berjuang walaupun di sini bukan Dapil saya. Pokoknya pemerintah sudah hadir untuk kalian tetapi aktivitas biasa dilakukan supaya kita punya hidup tetap berkelanjutan,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati SBD Ratu Ngadu Bonu Wulla mengatakan penanganan gempa sudah mulai teratasi sedikit demi sedikit namun masih menyisakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Bupati menjelaskan data kerusakan akan segera dikirim sesuai ketentuan yang berlaku, di mana kerusakan di atas 20 persen menjadi urusan pemerintah pusat dan di bawah 20 persen menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten.
Untuk sementara yang menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten sedang dipersiapkan dan akan segera diturunkan kepada warga terdampak sesuai kemampuan anggaran daerah.
“Kami berharap Bapak Ibu bisa menerimanya karena anggaran kita juga terbatas,” tutup Bupati Ratu.
Terpisah, Kepala Desa Dinjo, Kecamatan Kodi Bangedo, Martinus Maru Gheda menjelaskan data terbaru korban gempa di desanya.
Menurutnya, pada saat terjadi gempa pertama, ada 28 KK yang terdampak, 5 diantara mereka tidak lagi mempunyai tempat tinggal karena rusak berat atau tidak layak huni.
“Total yang terdampak 28 KK, yang parah 5 KK, rumah mereka tidak bisa ditempati sama sekali. Untungnya ada dapur darurat, jadi 5 KK tersebut tidak tidur di tenda,” ujar Martinus.
Ia merinci bantuan yang sudah diterima warga berupa beras, selimut, Bimoli, telur, gula, mie dan terpal.
Martinus juga menambahkan ada data terbaru sebanyak 5 KK yang terdampak karena gempa susulan, sehingga total keseluruhan menjadi 35 Kepala Keluarga yang terdampak gempa.
“Susulan 5, tapi rumah masih layak huni karena hanya retak saja, jadi ada 35 Kepala Keluarga,” jelasnya.***