Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Jun, Siswa SDN Wanno Talla di Desa Raba Ege Yang Viral Tidak Terima Bantuan PIP, Orangtua Tidak Terima PKH

Rian Marviriks Storintt.id
Disisi lain, orangtua Jun yang sudah menjadi warga Desa Raba Ege, Kecamatan Wewewa Barat selama 5 tahun, juga tidak menerima bantuan PKH, termasuk rumah layak huni dan bantuan meteran listrik.(Dokpri Rian Marviriks)

Disisi lain, orangtua Jun yang sudah menjadi warga Desa Raba Ege, Kecamatan Wewewa Barat selama 5 tahun, juga tidak menerima bantuan PKH, termasuk rumah layak huni dan bantuan meteran listrik.

Kendati demikian, orangtua Jun hanya bisa pasrah dan menabung hasil jualan kebun demi membeli meteran listrik. Mereka memasang meteran listrik tanpa bantuan dari siapa pun, termasuk pengadaan kabel listrik dan beberapa titik bola listrik yang terinstalasi.

Baca Juga  GMNI SBD Serahkan Kunci Kantor Lawadi di Pemda, Sekda; Kontribusi Terhadap PAD Belum Ada Pertanggungjawaban

Mirisnya lagi, suami dari Debora pernah terdata sebagai penerima Bansos, namun dicoret ketika hendak menerima bantuan tersebut.

“Kami sudah ada Kartu Keluarga(KK), tapi selama ini pernah menerima bansos, tapi kemudian dicoret. Pemerintah desa bilang saya yang ganti suami untuk terima BLT Kesra pada tahun 2025. Saya sudah terima hanya satu kali Rp900 ribu. Tidak ada bantuan-bantuan yang lain. Uang itu juga yang saya pakai untuk beli perlengkapan sekolah anak dan kebutuhan sehari-hari,” kata Debora.***

Baca Juga  Orangtua Siswa SDN Wanno Talla Tidak Terima PKH Selama ini Karena Kartu Keluarga Ganda, Tahap I 2026 Dalam Proses Burekol
Tutup
error: Content is protected !!