Kadis PUPR SBD Tidak Hafal Anggaran Tugu Alun-Alun Tambolaka
“Harganya saya tidak hafal, memang dominannya di situ(tugu-red),” kata Wilhelmus ketika ditemui di ruang kerjanya beberapa hari lalu.
Kedua periuk tersebut terbuat dari plat yang dipesan langsung dari Jogja.
Sedangkan, plat yang digunakan mempunyai harga jual yang mahal dan ia memastikan dapat bertahan lama walau terkena sinar matahari dan hujan.
“Itu kita pakai plat mahal. Kalau priuk itu kalau saya tidak salah pesannya di Jogja. Kalau kita pakai beton, saya tidak jamin karena Sumber Daya Manusia(SDM) kita ini, sekali pun kita sudah bikin bagus, pasti ada saja yang gatal tangan, pakai viber pun tidak bisa, karena kuda itu ada ekor, kaki, dan lain-lain. Kalau pakai beton dan viber bisa saja lepas,” katanya lagi.***
Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
Tinggalkan Balasan