Keluhan Nelayan Waikelo Dihadapan Bupati Sumba Barat Daya
Namun, persoalan lain muncul saat musim ikan melimpah, dimana harga ikan anjlok drastis hingga Rp 10.000 per kilogram.
“Kami juga mohon maaf, saat musim ikan sangat banyak, kami kendala dengan penjualan. Bahkan kalau ikannya banjir, turun sampai Rp 10.000 per kilo. Jadi usaha dan capeknya kami dengan hasil yang didapatkan tidak sesuai,” keluhnya.
Menanggapi akan hal itu, Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, mengaku mencatat semua aspirasi dan berjanji akan memperjuangkannya ke tingkat provinsi hingga pusat.
Bupati Ratu Wulla menegaskan bahwa kegiatan pengukuran 22 kapal nelayan ini adalah langkah awal untuk memberikan legalitas berupa Pas Kecil, Buku Kapal Perikanan, Kartu Kusuka, hingga akses BBM subsidi dan jaminan BPJS Ketenagakerjaan.
Sementara itu, Perwakilan Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Wilayah V Provinsi NTT, Herny S Mayopu, menjelaskan bahwa data armada hasil pengukuran ini akan menjadi dasar untuk mengusulkan SPDN dan kuota BBM subsidi ke BPH Migas.
Ia juga memastikan pelayanan perizinan akan dibuat terintegrasi dalam satu kali kegiatan agar nelayan tidak bolak-balik mengurus dokumen.***