Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Kuota BBM Jenis Pertalite di Sumba Barat 40 Ribu Liter Per Hari, Petugas SPBU Diminta Jangan Main Mata

Rian Marviriks Storintt.id
Dihadapan Bupati, Asisten II Setda Sumba Barat menegaskan stok BBM Sumba Barat lebih dari cukup dan meminta warga tidak percaya isu kelangkaan. Ia menyebut Bupati baru saja berkoordinasi langsung dengan Kepala Pertamina Kupang.

STORINTT – Audiensi panas terjadi saat Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade memantau langsung pelayanan di salah satu SPBU di Sumba Barat. Pernyataan tersebut diperoleh dari video yang diterima redaksi, Jumat (30/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mensosialisasikan pembatasan pembelian BBM subsidi yang mulai berlaku.

Berdasarkan rekomendasi Forkopimda yang ditandatangani Sekda Sumba Barat Yermia Dapa Doda pada 28 Oktober 2026, Pemkab membatasi pengisian Pertalite Rp 50.000 untuk roda dua dan Rp 150.000 untuk roda empat. Sedangkan Solar dibatasi Rp 150.000 untuk roda empat dan Rp 300.000 untuk roda enam, dengan frekuensi hanya satu kali sehari.

Mulai Senin, 2 November 2026 juga akan diberlakukan sistem ganjil-genap sesuai nomor polisi belakang kendaraan. Kendaraan tanpa plat, tangki modifikasi, dan motor yang didorong dengan mesin mati tidak akan dilayani. Penggunaan jerigen hanya bagi yang memiliki rekomendasi resmi dari dinas terkait.

Mendengar sosialisasi tersebut, seorang warga yang berprofesi sebagai sopir langsung menyampaikan keberatannya kepada Bupati. Ia mempertanyakan bagaimana bisa mencari uang untuk membayar pajak kendaraan jika pengisian dibatasi hanya Rp 150 ribu.

“Saya keberatan kalau isi hanya 150 Bapak, bagaimana saya bisa cari uang untuk bayar pajak. Saya punya kendaraan sementara saya punya kendaraan rajin bayar pajak, bayar KIR, bagaimana saya bisa bayar pajak setiap tahun, plat shopnya kendaraan plat EB kalau saya isi 150 bagaimana saya bisa cari uang,” protes warga tersebut dalam video.

Dalam video tersebut, Bupati Yohanis Dade menjawab pertanyaan seorang sopir tersebut. Ia dengan tegas menyebut penyebab kelangkaan BBM adalah ulah oknum pengetap itu sendiri.

“Saya rasa keputusan kami ini sudah baik. Selama kelangkaan BBM yang menyebabkan kelangkaan ini ya kalian-kalian sendiri yang tap apa segala macam. Yang bilang tidak itu bohong,” tegas Bupati di hadapan warga.

Ia menegaskan setelah stok kembali normal, aktivitas pengetapan tidak akan lagi ditolerir. Semua yang masih nekat akan disita. Bupati mengaku siap bertanggung jawab penuh atas keputusan tegas tersebut karena sudah dikaji bersama Forkopimda dan pimpinan perangkat daerah.

Bupati bahkan mempersilakan warga yang tidak mau mengikuti aturan untuk mencari BBM di kabupaten lain.

“Kalau kalian punya mau ya silakan, kalau tidak mau ikutin aturan, kau pindah kau pergi cari di kabupaten lain. Sudah kami bilang selama kelangkaan kita tolerir, tadi semua pick up datang isi ke sini,” katanya.

Menanggapi pernyataan Bupati, warga pun menyampaikan keluhannya. Warga menilai kelangkaan di Sumba Barat justru dipicu pembeli dari luar daerah yang mengetap di Sumba Barat lalu menjual mahal di daerah lain.

“Kalau kami di sini sendiri Bapak netral saja, karena di Tana Righu sudah punya sendiri Pom Bensin, Wanokaka, Loli sudah punya sendiri, di kota, di Loli juga sudah punya sendiri pom bensin. Kenapa bisa langka? Ya karena pendatang yang datang ambil di sini lalu mereka jual di sana mahal-mahal. Sekarang mereka isi di sana, kita di Sumba Barat yang kena getahnya,” keluh salah seorang warga dalam video tersebut.

Ia menambahkan, selama ini kondisi di Sumba Barat normal saja. Namun akibat ulah oknum di Sumba Barat Daya di mana harga eceran mencapai Rp 100 ribu per botol, warga Sumba Barat justru kesulitan mendapatkan BBM.

“Selama ini di sini normal saja. Karena terus begitu di SBD sana yang kena jual minyak sampai 100 ribu per botol, kita di Sumba Barat yang kena getahnya. Sampai kami pun orang sendiri, orang Sumba Barat tidak pernah isi di Galaxi. Bagaimana kami pergi isi sementara sudah penuh kendaraan di sana. Mulai adanya ketertiban kemarin, di SBD tidak lagi ada kelangkaan,” ungkap warga tersebut.

Selanjutnya, Bupati Yohanis Dade meminta Asisten II untuk menyampaikan kuota BBM yang didistribusikan setiap hari. Dengan jumlah itu, Bupati Yohanis Dade menyebut sudah lebih dari cukup untuk melayani rakyat Sumba Barat.

Dihadapan Bupati, Asisten II Setda Sumba Barat menegaskan stok BBM Sumba Barat lebih dari cukup dan meminta warga tidak percaya isu kelangkaan. Ia menyebut Bupati baru saja berkoordinasi langsung dengan Kepala Pertamina Kupang.

“Jangan percaya isu-isu bahwa BBM kita langka di Sumba Barat. Pak Bupati kemarin langsung berkoordinasi dengan Kepala Pertamina di Kupang. Untuk informasi, kemarin ada 40.000 liter Pertalite, termasuk 39.000 liter Pertamax untuk Sumba Barat. Sehingga kalau sampai tidak ada bensin, berarti masalah di distribusi. Ada orang yang masuk timbun BBM, sehingga teman-teman kita yang isi 5 sampai 10 liter itu tidak dapat. Jadi jangan panik, setiap hari Sumba Barat mendapat jatah yang cukup,” jelasnya.

Terkait angkutan umum, Asisten II menyebut akan ada pengecualian bagi kendaraan plat kuning atau bemo, namun bemo yang tidak melayani penumpang tapi tetap mengisi BBM tidak akan dilayani.

Di akhir video, Bupati Yohanis Dade kembali mengingatkan petugas SPBU agar tidak bermain mata dengan oknum tertentu. Pengawasan akan diperketat dengan melibatkan aparat keamanan.

“Jadi saya pikir sudah cukup jelas. Kalau saya tegas maka yang korban kalian semua, kita semua. Jadi kita jaga betul, Pertamina ini milik kita semua. Saya juga minta teman-teman petugas SPBU jangan main mata dengan oknum tertentu. Kami akan awasi terus, bila perlu keamanan kami akan awasi di sini. Saya tidak mau dengar lagi mengeluh karena minyak habis. Minyak ini peruntukan untuk masyarakat Sumba Barat, kuotanya sudah lebih dari cukup,” pungkas Bupati Yohanis Dade.***

Tutup
error: Content is protected !!