Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Mahasiswa Unika Weetebula Tanya Soal Gerakan, Prof Simon Sabon; Demo malah ditangkap polisi

Mersiani yang juga aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia(GMNI) Sumba Barat Daya menanyakan itu karena banyak yang meragukan eksistensi mahasiswa dizaman sekarang ini.(Dokpri Rian Marviriks)

“Nah, bagaimana kami sebagai mahasiswa berperan tetapi tidak mendapat dukungan pemerintah. Misalnya seperti yang disampaikan oleh Prof tadi yang berkaitan dengan mahasiswa. Selama ini mahasiswa sering demo tentang kemanusian, namun tidak pernah dijawab oleh pemerintah,” tanya Mersiani kepada Prof Simon Sabon dalam kegiatan Kuliah Umum sebagaimana dikutip timexntt.id dari chanel youtube Unika Weetebula, Kamis(19/12/2024).

Baca Juga  GMNI SBD Kritisi Penempatan Patung Tiga Tungku di Alun-Alun Tambolaka; Urgensinya apa?

Mersiani juga menyoroti data dari World Competitiveness Year Book WCY 2022 yang di lakukan Institusi for Management Development(IMD) tentang indeks peningkatan Sumber Daya Manusia di Indonesia.

“Pada tahun 2021 Indonesia berada di peringkat 37, tahun 2022 berada di peringkat 44, tahun 2023 berada di peringkat 47 dan tahun 2024 berada di peringkat 46,” sebut Mersiani.

Baca Juga  Tahan 2 Tersangka, GMNI SBD Apresiasi Kejaksaan Sumba Barat; Kemunafikan yang terbungkam terungkap

Menanggapi hal itu, Profesor Simon Sabon Olla memberikan apresiasi atas pernyataan dan pertanyaan kritis yang dilontarkan oleh Mahasiswa Unika Weetebula, Mersiani.

Bahkan, Prof Simon menyebut banyak mahasiswa lainnya yang belum membaca data-data tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!