Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Mahasiswa Unika Weetebula Tanya Soal Gerakan, Prof Simon Sabon; Demo malah ditangkap polisi

Mersiani yang juga aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia(GMNI) Sumba Barat Daya menanyakan itu karena banyak yang meragukan eksistensi mahasiswa dizaman sekarang ini.(Dokpri Rian Marviriks)

Mersiani juga menyoroti data dari World Competitiveness Year Book WCY 2022 yang di lakukan Institusi for Management Development(IMD) tentang indeks peningkatan Sumber Daya Manusia di Indonesia.

“Pada tahun 2021 Indonesia berada di peringkat 37, tahun 2022 berada di peringkat 44, tahun 2023 berada di peringkat 47 dan tahun 2024 berada di peringkat 46,” sebut Mersiani.

Menanggapi hal itu, Profesor Simon Sabon Olla memberikan apresiasi atas pernyataan dan pertanyaan kritis yang dilontarkan oleh Mahasiswa Unika Weetebula, Mersiani.

Baca Juga  Tenaga Teknis dan Tenaga Kesehatan PPPK Paruh Waktu Sumba Barat Daya Resmi Diangkat

Bahkan, Prof Simon menyebut banyak mahasiswa lainnya yang belum membaca data-data tersebut.

“Mungkin banyak dari teman-temanmu yang tidak baca. Tapi kalau saya cerita yang satu ini lebih parah. Indeks yang lain ya. Begini, kita bergerak maju, orang lain juga sedang bergerak maju. Indeks-indeks inikan perbandingan dengan Negara lain,” kata Prof Simon.

Baca Juga  Pemerintah Desa di Kecamatan Loura Diminta Pastikan Akurasi Data Stunting, Bukan Sekedar Administratif

“Kadang-kadangkan kita berpikir seperti orang pedalaman di Afrika. Dia mau menari bawa persembahan ke altar itu, maju dua kali mundur tiga kali. Nah, kapan sampainya? Igu maju juga tapi tidak sampai-sampaikan? Ini sama dengan kita berjuang untuk menuju ke 2045 untuk menaikan semu indeks ekonomi, pendidikan,” katanya lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!