Mahasiswa Unika Weetebula Tanya Soal Gerakan, Prof Simon Sabon; Demo malah ditangkap polisi
“Mungkin banyak dari teman-temanmu yang tidak baca. Tapi kalau saya cerita yang satu ini lebih parah. Indeks yang lain ya. Begini, kita bergerak maju, orang lain juga sedang bergerak maju. Indeks-indeks inikan perbandingan dengan Negara lain,” kata Prof Simon.
“Kadang-kadangkan kita berpikir seperti orang pedalaman di Afrika. Dia mau menari bawa persembahan ke altar itu, maju dua kali mundur tiga kali. Nah, kapan sampainya? Igu maju juga tapi tidak sampai-sampaikan? Ini sama dengan kita berjuang untuk menuju ke 2045 untuk menaikan semu indeks ekonomi, pendidikan,” katanya lagi.
Menurutnya, hingga saat ini, literasi dan nomirasi orang Indonesia masih sangat minim.
“Keterbacaan saja kecil sekali untuk orang Indonesia,” tambah Prof Simon.
Untuk itu, jika mahasiswa tidak bisa memberikan masukan secara formal kepada pemerintah, Prof Simon meminta mahasiswa supaya dapat berinovasi untuk diri sendiri dan masyarakat.
Tinggalkan Balasan