MDT Soroti Ibu Hamil Yang Bolos Posyandu, Wajib Ikut Demi Kesehatan Janin
STORINTT – Ketua TP PKK Kabupaten Sumba Barat Daya, Markus Dairo Talu atau MDT menegaskan pentingnya kedisiplinan ibu hamil untuk rutin datang ke Posyandu.
Hal itu ditegaskannya dalam penutupan kegiatan Jambore Kader PKK dan Posyandu se-SBD, Selasa(29/09/2026).
Menurutnya, masih banyak ibu hamil yang tidak datang pada jadwal pemeriksaan dan baru datang bulan depan, sehingga berisiko menimbulkan stunting.
“Bagi ibu-ibu hamil harus ke Posyandu, hari ini tidak datang, bulan depan baru datang, ini yang menyebabkan stunting. Yang tidak rutin itulah yang bawa masalah. Ini yang harus ditekankan. Wajib,” tegas MDT yang juga mantan Bupati Sumba Barat Daya.
Penekanan yang ia sampaikan tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, kata dia, pemeriksaan rutin di Posyandu menjadi kunci deteksi dini masalah kehamilan, seperti kekurangan gizi, dan pertumbuhan janin yang tidak optimal.
Menurutnya, ketika ibu hamil tidak rutin memeriksakan diri, tenaga kesehatan kesulitan memantau kondisi ibu dan janin, sehingga risiko bayi lahir dengan berat badan rendah dan berpotensi stunting menjadi lebih besar. Stunting sendiri bukan hanya soal tinggi badan, tetapi berdampak pada perkembangan otak dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Karena itu, ia juga mengingatkan pentingnya keterlibatan pemerintah desa dan aktif dalam pelayanan posyandu.
“Wajib pemerintah desa harus datang, nanti buat laporan, semua wajib periksa. Karena anak-anak kita perlu mendapat pelayanan kesehatan dari dini,” ujarnya.
Kehadiran pemerintah desa dinilai penting untuk memastikan seluruh sasaran, terutama ibu hamil, bayi, balita, dan lansia, benar-benar mendapatkan pelayanan.
MDT menuturkan, pemerintah desa juga memiliki peran dalam menggerakkan masyarakat, memfasilitasi sarana Posyandu, serta memastikan data kesehatan warga tercatat dengan baik sebagai dasar perencanaan program desa.
Selain kedisiplinan, ia menekankan pentingnya kerja sama yang baik antar petugas dan kader, serta menghindari konflik internal.
“Dan kerja sama antara petugas harus baik, hindari gosip, saling jelek menjelekan. Hindari itu. Itu tidak lebih penting, sehingga kita lebih maju,” katanya.
Jika antar kader dan petugas puskesmas saling bersinergi, pelayanan akan berjalan maksimal dan masyarakat akan semakin percaya untuk datang ke Posyandu. Sebaliknya, jika diwarnai gosip dan saling menjatuhkan, yang dirugikan adalah masyarakat sendiri.
Ia juga mengingatkan agar para kader tetap optimis dan tidak terpengaruh kritikan yang tidak membangun.
“Saya ingatkan, kalau ada yang jelekan tugas kita, bilang saja EGP. Kita harus optimis dalam menjalankan tugas tanpa mendengar kritikan yang tidak membangun,” tegasnya.
Sikap optimis tersebut dibutuhkan karena kader Posyandu merupakan garda terdepan yang bekerja langsung di tengah masyarakat dengan berbagai tantangan, mulai dari medan yang sulit, keterbatasan sarana, hingga rendahnya partisipasi warga. Tanpa mental yang kuat, kader akan mudah patah semangat.
Ia menambahkan bahwa seluruh pihak harus mengikuti perubahan regulasi sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024.
Permendagri tersebut mengatur tentang Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa yang kini memiliki peran lebih luas, tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga mencakup upaya pemberdayaan masyarakat, termasuk urusan perumahan, pendidikan, dan pelayanan dasar lainnya.
Dengan regulasi ini, Posyandu dituntut untuk lebih mandiri, profesional, dan terintegrasi dengan program pemerintah desa.
“Permendagri nomor 13 tahun 2024. Jadi kita semua harus mengikuti perubahan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu juga, para kader diberi kesempatan untuk menyampaikan 5 langkah sebagai kader Posyandu. Bagi kader yang mengetahui 5 langkah tersebut diberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi.
Adapun 5 langkah Posyandu yang dimaksud meliputi pendaftaran, penimbangan dan pengukuran, pencatatan, penyuluhan, dan pelayanan kesehatan.
Lima langkah ini menjadi standar pelayanan di setiap kegiatan Posyandu untuk memastikan setiap warga yang datang mendapatkan pelayanan yang lengkap dan terpantau.
Para kader diminta untuk terus melayani masyarakat, memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, serta rutin melakukan sosialisasi tentang pentingnya mengikuti Posyandu.***