MEMANAS! Gelombang Interupsi Warnai Rapat Paripurna DPRD SBD: Kinerja Sekwan Jadi Sorotan, Sudah 2 Kali, Ada Apa?
STORINTT – Suasana Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumba Barat Daya dengan agenda mendengarkan pembacaan nota realisasi anggaran semeseter I tahun 2026 mendadak memanas, Rabu(19/08/2016).
Rapat yang semula berjalan dengan lancar seusasi dibuka secara resmi oleh pimpinan rapat, Wakil Ketua DPRD, Thomas Tanggu Dendo berubah menjadi ajang “hujatan” interupsi dari sejumlah anggota dewan.
Interupsi tersebut berlangsung ketika Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Dominkus Alphawan Rangga Kaka sedang membacakan nota pengatar realisasi anggaran semester I tahun 2026. Belum, sejam berlangsung, hujan interupsi dilayangkan oleh sejumlah anggota dewan.
Pantauan storintt.id, belum sejam nota realiasasi anggaran semester pertama dibacakan, tampak sejumlah anggota DPRD mengangkat tangan dan menyalahkan mikrofon.
Anggota DPRD menyampaikan interupsi dalam rapat bukan karena soal anggaran, tetapi akibat dari sikap Sekretaris Dewan(Sekwan) yang belum membagikan nota keuangan atau laporan kinerja Semester I tahun 2026.
Dalam tata tertib dan fungsi pengawasan legislatif, dokumen evaluasi semesteran merupakan hak setiap anggota dewan sebagai bahan pertimbangan dan pengawasan anggaran, sehingga sekretariat dewan harus distribusikan sebelum rapat dilangsungkan.
Bahkan, ditemui seusai rapat, beberapa anggota dewan mengeluhkan soal keterlambatan pendistribusian dokumen rapat penting yang sedang berlangsung. Mereka mengakui kalau belum didistribusikan oleh sekretaris dewan.
Bukan hanya fokus pada capaian angka-angka realisasi anggaran pemerintah, sorotan tajam para legislator justru mengarah pada kinerja sekretariat DPRD yang dinilai bermasalah dan tidak optimal dalam mendukung fungsi kelembagaan dewan.
“Pimpinan, ijin pimpinan, ini sidang yang sangat-sangat terhormat. Apa yang dibacakan oleh pemerintah, bisa sesuai dengan yang kami pegang, supaya kami bisa awasi, bukan hanya omon-omon saja. Jadi kami minta sekwa untuk berikan kami juga apa yang sedang dibacakan oleh pemerintah,” kata salah satu anggota DPRD Frkasi Perindo, Stefanus Sosa ketika melakukan interupsi.
Interupsi tersebut kemudian ditanggapi oleh pimpinan rapat, Thomas Tanggu Dendo. Ia mengingatkan Kepala Sekretariat Dewan supaya jangan mengulangi lagi hal yang sama di rapat-rapat dewan yang akan datang.
“Pak Sekwan, ini menjadi catatan, supaya lain kali jangan terulang lagi. Jadi saya minta Pak Sekwan segera proses dokumennya, dan saya minta supaya rapat tetap berjalan sambil menunggu dokumen diproses untuk dibagikan,” kata Thomas.
Sayangnya, saran yang ditawarkan oleh pimpinan rapat kembali mendapat hujan interupsi dari anggota dewan lainnya. Dikesempatan itu, Fraksi Perindo, Stefanus Rangga Bola juga turut menginterupsi jalannya rapat.
Kepada Sekwan, Stefanus pertanyakan alasan kenapa ketika wakil bupati yang membacakan nota pengantar pemerintah selalu terjadi hal serupa. Bahkan, disebutnya bahwa kejadian tersebut sudah terjadi sebanyak 2 kali ketika wakil bupati mengikuti persidangan di DPRD.
“Ijin pimpinan, bahwa ini adalah sidang terhormat. Apa yang kawan-kawan sampaikan supaya menjadi catatan untuk sekretariat. Pada saat Pak Wakil Bupati menyampaikan, sudah 2 kali kejadian, awal dulu tidak sesuai, sekarang juga tidak sesuai. Apa yang disampaikan oleh Pak Wakil Bupati tidak sesuai yang dipegang anggota dewan, ini yang kedua kali. Fraksi Perindo sangat memprihatikan kejadian ini, karena pada saat wakil bupati menyampaikan selalu terjadi hal yang sama, ada apa ini? Ini menjadi catatan,” tegas Stefanus Rangga Bola.
Selanjutnya, interupsi juga dilakukan oleh Fraksi PAN, Alnfonsus Yamba Kodi. Ia menegaskan kalau dari sejumlah anggota DPRD Fraksi PAN tidak ada satu pun yang memegang nota pengantar realisasi anggaran semester pertama tahun 2026 yang dibacakan oleh pemerintah.
“Jadi kita skors, dokumen itu di copy lalu bagikan kepada kami, saya sudah tanya kawan-kawan, mereka bilang tidak ada, atau memang tidak ada dokumennya?,” tegas Alglfon.
Hal yang sama juga dikomentari oleh Fraksi Golkar, Heri Pemu Dadi. Ia juga meminta supaya rapat tersebut diskor supaya sekretariat bisa menyediakan dokumen yang sedang dibacakan oleh pemerintah.
Kendati mendapat hujan interupsi, pembacaan nota realisasi anggaran semester pertama tahun 2026 tetap dilanjutkan, seusai pimpinan rapat mendengar keputusan dari sejumlah fraksi yang meminta supaya rapat tetap dilanjutkan.***