Mendapat Kehormatan, SMA Manda Elu Berada di Barisan Terdepan Karnaval Sumba Barat Daya
TIMEXNTT – Luar biasa, sebagai bentuk kehormatan dari Pemerintah Sumba Barat Daya(SBD), Nusa Tenggara Timur(NTT), SMA Manda Elu berada dibarisan terdepan dalam pawai karnaval, Jumat(09/08/2024).
Mereka berada dibarisan terdepan disusul oleh peserta karnaval dari berbagai lembaga pendidikan, paguyuban, organisasi, OPD dan kelompok masyarakat lainnya.
Pawai karnaval itu dilepas oleh Wakil Bupati SBD, Marten Christian Taka dengan ditandai dengan pengibaran bendera start, Jumat(09/08/2024) kemarin di lapangan SD Wee Kamburu.
SMA Manda Elu mendapatkan posisi kehormatan berada di barisan pertama karena dinilai mempunyai kreatifitas dalam mendesain replika garuda pancasila.
Uniknya lagi, replika garuda pancasila dipikul oleh sejumlah siswa yang menggunakan seragam loreng.
Sementara dibagian paling terdepan, kedua siswa lainnya memegang spanduk dengan menggunakan seragam Brigade Mobile(Brimob).
Sedangkan dibelakang replika garuda pancasila disusul oleh tim drum band Gita Loka SMA Manda Elu. Selanjutnya sejumlah siswa yang menggunakan pakaian adat dan seragam profesi.
Tentunya, kehormatan itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi SMA Manda Elu. Pasalnya, kekompakan guru-guru dan siswa-siswi sangatlah menuai hasil yang baik.
Ditemui, seorang guru SMA Manda Elu, Ela Kewuan menyebut kehormatan itu merupakan bentuk apresiasi panitia penyelenggara pawai karnaval atas kekompokan guru-guru dan siswa-siswi SMA Manda Elu dalam mendesain replika garuda pancasila.
Ia mengaku bahwa tidak pernah menyangka kalau akan mendapat kehormatan dari Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya melalui panitia penyelenggara pawai karnaval. Dengan kehormatan itu, Ela Kewuan menyampaikan terimakasih.
“Kami sangat bangga mendapat kehormatan untuk berada dibarisan terdepan. Tadi pagi salah satu panitia memanggil perwakilan guru untuk menuju ke meija panitia. Ternyata, disitulah disampaikan kalau habis upacara kami dari SMA Manda Elu menjadi peserta paling depan. Kami tidak pernah menyangka itu kalau akan mendapat kehormatan,” kata Ela Kewuan kepada timexntt.id sebelum pelepasan peserta karnaval.
Selain menggunakan seragam profesi, sejumlah siswa-siswi SMA Manda Elu juga menggunakan pakaian adat. Mereka menggunakan pakaian adat Flobamora.
Bukan hanya itu, beberapa siswa lainnya pun memggunkana pakaian adat yang motif dari budaya lain yang berasal dari luar Nusa Tenggara Timur(NTT).
“Selain seragam profesi, siswa kami juga menggunakan pakaian adat bumi Flobamora. Dan juga beberapa motif pakaian adat dari luar NTT,” sebut Ela Kewuan.
Dikesempatan itu juga, SMA Manda Elu pun memamerkan replika piala LPI. Pasalnya, pada gelaran LPI di Sumba Barat Daya beberapa bulan lalu, SMA Manda Elu berhasil merebut kejuaran dalam kompetisi itu.***
Tinggalkan Balasan