Mendapat Koreksi, Oknum Operator Malah Nekat Menikam Pegawai Dinas Pendidikan SBD
TIMEXNTT – Pemerintah Sumba Barat Daya(SBD) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tengah berupaya melakukan pelayanan secara profesional yang berkaitan dengan dana Bantuan Operasional Sekolah(BOS).
Apalagi saat ini, Kabupaten Sumba Barat Daya mendapat sorotan publik soal dugaan penggelembungan data siswa disejumlah sekolah yang bernaung disalah satu Yayasan.
Sayangnya, upaya verifikasi dan koreksi yang dilakukan oleh seorang pegawai Dinas Pendidikan justru mendapat tindakan tak terpuji dari seorang oknum operator SDK Ilhaloko Mangganipi, Kecamatan Kodi Utara.
Terkonfirmasi, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SBD, Agustinus Baiyo Tanggu membenarkan kejadian tersebut.
Namun, pada saat kejadian itu, dirinya tidak berada di kantor karena sedang menyampaikan laporan atas kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan.
Ketika mendapat informasi itu, Agustinus langsung menuju kantor untuk memastikan hal tersebut.
“Saya langsung balik, Pak Alo(korban) sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum. Tapi saya tidak ikuti langsung seperti apa kasusnya, tapi saya dengar informasi awal dari salah satu pegawai saya,” kata Agustinus, Senin(16/06/2025) via telefon.
Berdasarkan informasi awal ang diperoleh dari salah satu pegawai Dinas Pendidikan, Agustinus menjelaskan, awalnya korban lagi ngobrol-ngobrol berkaitan dengan proses pencairan dan BOS.
Saat itu juga, kata dia, sempat terjadi cekcok antara pelaku dan korban. Kemudian, karena merasa tidak puas dengan koreksi yang disampaikan korban, pelaku langsung keluar .
“Pelaku langsung keluar ambil pisau, pelaku ini sempat dilarang oleh Mamanya, tapi pelaku masuk terus, Pak Alo ini ada berdiri di depan pintu bersama Pak Bakri, Pak Bakri ini yang lihat langsung, jadi pelaku datang langsung tikam Pak Alo. Pak Bakri ini berpikir ada baku pukul, tidak lihat lagi pisau ada ditangan dan sudah tikam, kena pertama dibahu kanan, kedua di perut bagian kanan, ketika ditikam perut bagian kanan, mereka baru lihat darah keluar, Pak Bakri bantu tangkis pisau,” katanya lagi dalam menyampaikan informasi yang diperoleh dari seorang pegawai.
Aloysius Lede Bora yang merupakan Kasi Kurikulum Bidang SD ini harus menjadi korban penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam dari oknum operator tersebut.
Sejumlah pegawai yang melihat kondisi Aloysius ini langsung inisiatif membawanya ke Rumah Sakit Umum Reda Bolo untuk mendapat pertolongan.
“Saya, sekretaris dan beberapa kepala bidang ke rumah sakit, sampai sana masih tanya beliau, masih sempat bicara dan saya coba tenangkan beliau,” ungkap Agustinus.
Untuk diketahui, pelaku dan alat bukti sudah diamankan oleh Polres Sumba Barat Daya.***
1 Komentar
Ini memang kasus yang sangat memprihatinkan dan harus ditangani secara serius oleh pihak berwenang. Pelaku yang bertindak tidak terpuji harus diberi sanksi yang tegas agar tidak terjadi lagi kejadian serupa. Verifikasi data siswa seharusnya dilakukan dengan transparan dan jujur untuk memastikan integritas sistem pendidikan. Bagaimana langkah Dinas Pendidikan selanjutnya untuk mencegah terjadinya kasus seperti ini di masa depan? Given the growing economic instability due to the events in the Middle East, many businesses are looking for guaranteed fast and secure payment solutions. Recently, I came across LiberSave (LS) — they promise instant bank transfers with no chargebacks or card verification. It says integration takes 5 minutes and is already being tested in Israel and the UAE. Has anyone actually checked how this works in crisis conditions?