Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Menembus Keterbatasan! Satu Beasiswa, Sejuta Masa Depan: Langkah Nyata Ratu Angga Tekan Angka Putus Sekolah

Rian Marviriks Storintt.id
Tak hanya fokus pada pendidikan formal, pelestarian budaya lokal pun terus berjalan melalui revitalisasi 20 rumah adat dan penyerahan bantuan alat musik tradisional gong ke 26 sekolah untuk memupuk kebanggaan generasi muda terhadap warisan leluhur.(Dokpri Rian Marviriks)

STORINTT – Pendidikan merupakan investasi paling berharga dalam menentukan masa depan daerah. Daerah yang maju hanya dapat dibangun oleh sumber daya manusia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya di bawa kendali Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla dan Dominikus Alpahwan Rangga Kaka terus berkomitmen memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan mutunya agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Capaian di bidang pendidikan dan kebudayaan menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Angka anak tidak sekolah berhasil ditekan sebesar 19,28 persen, dari 14.576 anak pada 2025 menjadi 11.766 anak per juli 2026.

Pemerintah Sumba Barat Daya juga memperkuat akses pendidikan melalui penyaluran beasiswa program indonesia pintar bagi lebih dari 40 ribu siswa dengan alokasi anggaran mendekati rp 20 miliar, serta mengucurkan lebih dari Rp67 miliar untuk perbaikan sarana dan prasarana di 81 sekolah.

Dari sisi peningkatan mutu dan tata kelola pengajar, sebanyak 128 guru telah mengikuti bimbingan teknis literasi dan numerasi, 164 guru difasilitasi untuk melanjutkan studi s1, serta penegakan kedisiplinan diperketat melalui sistem absen digital si-angle.

Tak hanya fokus pada pendidikan formal, pelestarian budaya lokal pun terus berjalan melalui revitalisasi 20 rumah adat dan penyerahan bantuan alat musik tradisional gong ke 26 sekolah untuk memupuk kebanggaan generasi muda terhadap warisan leluhur.

Salah satu wujud nyata komitmen pemerintah kabupaten sumba barat daya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah melalui program beasiswa daerah.

Pemerintah setiap tahun terus mengalokasikan anggaran beasiswa bagi anak- anak berprestasi maupun yang kurang mampu sebanyak 100 orang, beasiswa kerjasama dengan universitas atmajaya 44 orang.

Kemudian, beasiswa kedokteran 35 orang, beasiswa berprestasi 745 orang dan beasiswa GMKI untuk ASN dan non asn sebanyak 56 orang, agar mereka dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana, magister, bahkan doktoral.

Pada tahun 2026, program ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan jumlah penerima mencapai 990 orang dan total alokasi anggaran sebesar Rp5,132 miliar.

Hingga saat ini telah disalurkan sebesar Rp 2,197 miliar kepada 448 mahasiswa, sementara sisanya akan dicairkan sesuai tahapan dan kelengkapan administrasi.

Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan siap menjadi penggerak pembangunan kabupaten sumba barat daya di masa depan.

Selain memperluas akses pendidikan, pemerintah juga terus menumbuhkan budaya literasi sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Melalui dinas perpustakaan dan kearsipan, berbagai upaya dilakukan untuk mendorong indeks pembangunan literasi masyarakat melampaui 65 persen, antara lain melalui penyediaan bahan bacaan yang berkualitas, kampanye gemar membaca, penguatan perpustakaan dan integrasi budaya membaca dalam kehidupan sedelapan besar dari pemanfaatan teknologi digital untuk meningka baca generasi muda.

Kendati memperoleh capaian-capaian tersebut, Pemerintah Sumba Barat Daya menyadari bahwa peningkatan pendidikan tidak dapat dilakukan oleh semata.

Selain itu, juga diibutuhkan dukungan orang tua, tenaga pendidik, tokoh masyarakat, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat agar setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang layak serta tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong indonesia emas 2045.***

Tutup
error: Content is protected !!