Mengejutkan! 74 Kg Emas Yang Disita di Rumah Mantan Jampidsus Muncul Dipawai Karnaval Sumba Barat Daya
Storintt.id – Kemeriahan pawai karnaval di Sumba Barat Daya, NTT, yang biasanya di isi oleh pakaian adat, tarian daerah, dan hiasan kreatif mendadak dirubah oleh siswa-siswi SMP dan SMA Seminari Weetebula menjadi panggung sindiran sosial yang menohok.
Warga yang memadati pinggir jalan dibuat terperanjat saat sebuah replika tumpukan emas seberat 74 kilogram muncul dalam pawai karnaval tersebut.
Parade tersebut disinyalir sebagai bentuk kritik sosial atas kasus yang menyeret nama mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah pasca Penyidik Gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menyita 74 kg emas batangan dari sebuah rumah di Kawasan Sentul, Bogor Jawa Barat. Penggeledahan ini berkaitan dengan penyidikan tiga dugaan kasus korupsi.
Emas seberat 74kg itu ditemukan dalam sebuah brankas yang terkunci di rumah tersebut. Tak hanya emas saja, dalam brankas tersebut juga terdapat uang dolar AS dan dolar Singapura serta uang tunai rupiah.
Aksi yang memadukan seni jalanan dan kritik pedas ini langsung mencuri perhatian ribuan pasang mata dan viral di berbagai platform media sosial.
Replika emas 74 kilogram tersebut dibawa oleh seorang Siswa kelas IX SMP Seminari Weetebula, Bruno. Bruno tampil dengan mengenakan jas hitam dan didampingi oleh sejumlah siswa lainnya yang memikul kursi dan diberi nama tahta koruptor.
Banyak warga yang tertawa melihat kreativitas peserta, namun langsung terdiam saat menyadari makna mendalam di baliknya.
Tentunya, parade tersebut menyiratkan pesan supaya masyarakat menolak lupa dan menuntut transparansi penegakan hukum. Mengubah isu korupsi yang terkesan berat dan teknis menjadi tontonan visual di tengah pawai karnaval terbukti ampuh menyengat kesadaran publik.
Selain itu, fenomena ini membuktikan bahwa karnaval bukan lagi sekadar pesta rakyat untuk bersenang-senang, melainkan telah bertransformasi menjadi ruang ekspresi publik yang efektif.

Melalui seni parade, masyarakat mampu menyampaikan kritik sosial yang tajam, kreatif, dan membakar semangat kebersamaan tanpa harus kehilangan unsur hiburannya.
Beberapa penonton berharap aksi sindiran dalam karnaval ini sampai ke telinga para pemangku kebijakan agar penanganan kasus korupsi benar-benar tuntas hingga ke akar-akarnya.***