Mitra Persada Tidak Diperhitungkan Tapi Raih Juara 2, Manajer: ETMC Flotim Harus Bawa Anak Asli SBD
STORINTT – Manajer Mitra Persada, Yohanis Ngongo mengapresiasi penyelenggaraan Turnamen Bupati Cup Sumba Barat Daya 2026 yang baru pertama kali digelar oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya.
Turnamen tersebut dinilai berlangsung sukses dan menjadi tonggak penting bagi kebangkitan olahraga sepak bola di SBD.
Menurut Yohanis, turnamen ini menjadi wadah pembuktian bahwa talenta asli daerah mampu bersaing dengan klub-klub senior yang sudah memiliki pengalaman dan jam terbang tinggi.
Selama ini Sumba Barat Daya kerap mengandalkan pemain dari luar daerah, namun melalui turnamen ini anak-anak lokal menunjukkan kemampuan dan potensi yang tidak kalah bersaing, baik di level antar kabupaten maupun untuk ke tingkat nasional.
“Turnamen bergengsi dan sangat berhasil. Saya apresiasi Pemkab SBD. Ini perubahan di bidang olahraga untuk menggali bakat muda yang punya potensi dan kemampuan. Selama ini SBD selalu mengharapkan pemain dari luar, sekarang anak-anak SBD buktikan mereka mampu bersaing,” ujar Yohanis usai final di Stadion Galatama, Sabtu (31/10/2026) malam.
Perjalanan Mitra Persada menuju final tidaklah mudah. Pada laga perdana, tim tersebut sempat menelan kekalahan sehingga tidak diperhitungkan oleh banyak pihak.
Namun dengan semangat juang yang tinggi, Mitra Persada secara perlahan bangkit dan berhasil menembus partai puncak hingga meraih juara dua setelah kalah tipis 0-1 dari PS Loura pada laga final di Stadion Galatama.
“Awalnya kalah, tidak diperhitungkan sama sekali. Tapi anak-anak bangkit, berjuang dari bawah dan bisa tembus sampai final. Ini luar biasa,” ungkap Yohanis.
Mitra Persada sendiri merupakan kombinasi pemain senior dan junior. Beberapa pemain senior sudah pernah tampil di ajang El Tari Cup dan Liga 4, sementara mayoritas pemain lainnya masih berstatus pelajar SMA.
Karena terbentuk secara mendadak tanpa persiapan latihan bersama yang matang, kekompakan tim belum maksimal dan masih mengandalkan stamina serta semangat juang. Aspek strategi dan taktik masih perlu terus diasah ke depan.
Meski hanya meraih juara dua, Yohanis mengaku puas dengan performa anak asuhnya. Para pemain junior yang sebagian besar masih duduk di bangku SMA dinilai sudah tampil sangat bagus dan memberikan perlawanan sengit hingga menit akhir pertandingan. Capaian tersebut menjadi modal berharga untuk pembinaan ke depan.
Untuk ke depan, Mitra Persada akan melakukan pembenahan total, termasuk membangun struktur manajemen yang lebih profesional agar pembinaan pemain bisa lebih terarah. Selama ini tim masih berjuang sendiri-sendiri tanpa struktur yang jelas, sehingga ke depan akan dibenahi agar lebih baik.
“Mereka ini masih punya daya saing untuk level lebih tinggi. Mayoritas yang bermain itu junior, anak-anak Liga Pelajar. Mereka belum sempat latihan bersama, langsung digabung dan langsung tanding, jadi belum kompak betul. Mereka hanya mengandalkan stamina dan semangat, untuk strategi masih perlu diasah,” jelasnya.
Yohanis juga berharap Turnamen Bupati Cup tidak hanya digelar sekali, melainkan menjadi agenda rutin tahunan. Ia bahkan mengusulkan agar ada turnamen antar klub lainnya secara berkala sehingga stok pemain SBD terus terjaga dan proses seleksi pemain bisa berjalan lebih objektif dan berkelanjutan.
Terkait persiapan El Tari Memorial Cup (ETMC) di Flores Timur pada 14 November mendatang, Yohanis menitip pesan agar seleksi pemain dilakukan secara objektif dan memprioritaskan anak-anak asli Sumba Barat Daya.
Pemain lokal dinilai memiliki jiwa bertarung dan rasa memiliki yang lebih besar saat membela daerahnya dibandingkan pemain dari luar yang hanya sekedar bergabung dan bermain.
“Kalau bisa ETMC ambil anak asli SBD supaya mereka punya ruang untuk bertanding. Saya harap seleksinya objektif, jangan memilih pemain hanya karena faktor kedekatan atau faktor apa. Pilih yang benar-benar layak,” tegas Yohanis.
Di akhir, Yohanis juga memberikan catatan untuk panitia penyelenggara agar ke depan aspek keamanan lebih diperketat serta kualitas kepemimpinan wasit lebih diperhatikan.
Beberapa kericuhan yang terjadi di lapangan dinilai bukan semata karena kesalahan pemain, melainkan dipicu oleh keputusan wasit yang kurang tepat, baik wasit utama maupun hakim garis.
Ia berharap ke depan wasit yang memimpin adalah mereka yang paham, mengerti dan fokus dalam mengambil keputusan.
Mitra Persada menyampaikan permohonan maaf jika selama turnamen ada kesalahan dari timnya dan menyatakan tetap mendukung penuh turnamen selanjutnya agar berjalan lebih baik.***