Paroki St Mikhael Bea Nio Bagikan 2 Ton Beras untuk Warga Terdampak Gempa di Flores
STORINTT, Manggarai – Kepedulian terhadap warga yang terdampak gempa Flores ditunjukkan oleh Paroki St Mikhael Bea Nio bersama jajaran pastoral mengunjungi basecamp pengungsian untuk memberikan motivasi sekaligus menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada masyarakat yang terdampak.
Pastor Paroki RD Ferdinandus G. Hanspurna mengatakan, kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan semangat kepada warga, tetapi juga menghadirkan bantuan konkret bagi keluarga yang mengalami dampak cukup parah akibat gempa.
“Kami telah mengunjungi basecamp, memberi motivasi dan semangat, sambil peduli juga pada hal-hal yang konkret seperti membagi beras dua ton untuk warga yang terdampak. Dari dua ton itu dibagi lima kilogram untuk satu keluarga,” Ujarnya, Selasa (18/8/2026)
Menurutnya, bantuan tersebut memang belum mampu menjangkau seluruh warga terdampak. Namun, pihak paroki berupaya memprioritaskan keluarga yang dinilai mengalami dampak paling parah akibat bencana
“Tentu ini tidak menjangkau semua, tetapi kami berupaya agar yang betul-betul parah dari dampak gempa itulah yang mendapatkan bantuan,” tambahnya.
Selain bantuan yang telah disalurkan, Paroki St Mikhael Bea Nio juga telah mengeluarkan surat untuk menggalang sumbangan sukarela dari umat, baik dalam bentuk uang maupun beras.
Bantuan tersebut diharapkan dapat terus disalurkan kepada keluarga lain yang masih membutuhkan.
RD Ferdinandus menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pokok menjadi perhatian utama dalam kondisi pascabencana. Aktivitas masyarakat yang belum dapat berjalan maksimal membuat kebutuhan pangan harus menjadi prioritas.
“Dalam situasi seperti ini, umat belum maksimal untuk bekerja. Paling tidak mereka bisa makan. Kebutuhan pokok itu sangat penting dan harus dipenuhi saat ini,” tegasnya.
Sementara itu, Salah seorang penerima bantuan beras, Hendrikus Agus menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh Paroki St Mikhael Bea Nio.
Ia menilai bantuan tersebut merupakan wujud nyata kasih dan kepedulian di tengah kondisi sulit yang dialami masyarakat akibat gempa.
“Karena kita saling mengasihi, makanya kita dapat. Sebenarnya semua warga terkena dampak, bukan hanya kami,” ungkapnya.
Adapun penyaluran bantuan beras sebanyak 5 Kilogram per keluarga dilakukan kepada warga yang tersebar di sejumlah KBG, yaitu KBG St Falentino 4 orang, KBG St. Nicolaus, 8 orang, KBG St. Antonius 1 orang.
Kemudian, KBG St. Gregorius 5 orang, KBG St. Gabriel 3 orang, KBG Santa Theresia 6 orang, Lous 6 orang, Golo Kukung 5 orang, KBG Santa Maria Ratu Rosario 7 orang, KBG Santa Maria Fatima 8 orang, Bea Nio 6 orang, dan KBG St. Aloysius 9 orang.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata solidaritas umat Katolik bersama masyarakat yang terdampak bencana.
Di tengah keterbatasan, semangat saling mengasihi, berbagi dan menanggung beban sesama diharapkan terus tumbuh sehingga keluarga-keluarga yang terdampak dapat melewati masa sulit dan perlahan bangkit kembali.
“Pesan saya, tetap tenang agar nanti bisa bangkit kembali untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. Tetap waspada, jaga kesehatan, tetap kuat dan tabah. Jangan lupa berdoa. Semoga bencana ini cepat berlalu,” tutup RD Ferdinandus.***