Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Pemerintah Sumba Barat Daya Batasi Pengisian BBM, Motor Rp50 Ribu dan Mobil Rp150 Ribu, Langgar Ditertibkan

Rian Marviriks Storintt.id
Ia memastikan pembatasan pembelian BBM bersubsidi akan segera diberlakukan, yakni Rp50 ribu untuk motor dan Rp150 ribu untuk mobil per hari, serta akan turun langsung bersama Kapolres untuk menertibkan pelanggar di lapangan.

STORINTT – Antrian BBM yang mengular dan kelangkaan yang meresahkan warga Sumba Barat Daya selama berhari-hari akhirnya disikapi tegas oleh Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla.

Ia memastikan pembatasan pembelian BBM bersubsidi akan segera diberlakukan, yakni Rp50 ribu untuk motor dan Rp150 ribu untuk mobil per hari, serta akan turun langsung bersama Kapolres untuk menertibkan pelanggar di lapangan.

Kebijakan tegas itu disampaikan Bupati Ratu Wulla, Senin(26/10/2026) menyusul keluhan masyarakat yang viral di media sosial terkait antrian panjang di sejumlah SPBU di Kota Tambolaka.

“Kalau kelangkaan BBM memang semua lagi antri, tapi saya sudah telepon untuk ambil kebijakan. Kita atur dibatasi, motor Rp50 ribu dan mobil Rp150 ribu per hari, jadi tidak ada yang isi dobel, kita juga batasi yang jual ecer,” tegas Bupati Ratu Wulla.

Menurutnya, pembatasan ini menjadi solusi paling adil agar distribusi BBM lebih merata dan tidak dikuasai oleh oknum yang melakukan pengisian berulang untuk dijual kembali secara eceran dengan harga tinggi.

Tak hanya mengeluarkan kebijakan, Bupati Ratu Wulla juga memastikan akan turun langsung ke lapangan.

“Besok saya pulang, saya langsung koordinasi dengan Kapolres untuk melakukan penertiban. Besok saya turun langsung ke lapangan dengan tim untuk memantau,” ujarnya.

Bupati Ratu Wulla berkomitmen akan mengawal distribusi BBM hingga kondisi kembali normal dan memastikan kejadian serupa tidak terus berulang di kemudian hari.

“Pokoknya kita atur sampai kondisi normal, kalau perlu jangan terjadi lagi, tapi kita lihat situasi mulai hari ini,” kata Ratu.

Ia juga memberikan peringatan keras tanpa kompromi bagi siapa pun yang melanggar aturan pembatasan tersebut.

“Diselesaikan tidak ada kompromi, yang melanggar aturan kita bereskan, jangan sampai jadi masalah yang numpuk terus,” pungkas Bupati Ratu.

Langkah cepat dan tegas Bupati Ratu Wulla ini diharapkan mampu mengurai antrian panjang BBM yang selama beberapa hari terakhir menjadi keluhan utama masyarakat Sumba Barat Daya.***

Tutup
error: Content is protected !!