Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Pemuda Khatolik Wewewa Selatan Jalankan Proposal Pembangunan Gedung Gereja, Ada 324 Umat

Diketahui, sejak gedung darurat Gereja Stasi Santo Vincensius Apaulo Puu Maroto dibangun memiliki 54 Kepala Keluarga(KK) dengan total jumlah umat 219 jiwa. (Dokpri Rian Marviriks)

Saat ini, umat sedang gotong royong membangun gedung gereja secara permanen. Pondasi keliling sudah dibuat.

“Pondasi sudah jadi. Umat sudah timbun pakai tanah putih. Itu semua hasil gotong royong,” kata Agustinus ketika ditemui timexntt.id, Rabu(31/07/2024).

Baca Juga  Penjabat Desa Wee Wula Polisikan Oknum Masyarakat yang Diduga Melakukan Pengrusakan Rabat Jalan

Agustinus menyebut proposal sudah dijalankan sejak bulan Januari 2024. Proposal itu bertujuan untuk menggalang dana yang akan diperuntukan khusus melanjutkan pekerjaan yang masih tunggak.

Baca Juga  Presiden Timor Leste Memberi Cindera Mata Kepada Armin Ate Penyandang Disabilitas Dari SBD NTT

Sejauh ini, kata dia, Stasi Santo Vincensius Apaulo Puu Maroto baru mendapatkan bantuan 50 kursi plastik. Selain itu, bahan material bangunan berupa semen sebanyak 20 sak dan 50 lonjor besi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!