Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Pemuda Khatolik Wewewa Selatan Jalankan Proposal Pembangunan Gedung Gereja, Ada 324 Umat

Diketahui, sejak gedung darurat Gereja Stasi Santo Vincensius Apaulo Puu Maroto dibangun memiliki 54 Kepala Keluarga(KK) dengan total jumlah umat 219 jiwa. (Dokpri Rian Marviriks)

Sejauh ini, kata dia, Stasi Santo Vincensius Apaulo Puu Maroto baru mendapatkan bantuan 50 kursi plastik. Selain itu, bahan material bangunan berupa semen sebanyak 20 sak dan 50 lonjor besi.

“Untuk semen dan besi itu hasil dari ketika proposal dijalankan. Sedangkan kerjanya nanti itu swadaya atau umat gotong royong. Itu guna memanilisir penggunaan uang,” ucapnya.

Baca Juga  Puluhan Siswa SMA di SBD Diduga Keracunan Menu MBG, SPPG Dapur Mandiri Minta Maaf

Bukan hanya Agustinus, proposal itu dijalankan oleh seluruh pemuda khatolik yang berada di Stasi Santo Vincensius Apaulo Puu Maroto.

Nantinya, ketika dana terkumpul, umat akan kembali bergotong royong dalam melanjutkan pekerjaan gedung gereja tersebut.

Baca Juga  Petani Sebut Dinas Pertanian SBD Menyangkal Hingga Dinilai 'Putar Balik' Soal Sumur Bor

“Kami berharap supaya proposal yang kami jalankan itu bisa menuai hasil yang memuaskan. Kami sangat berharap bantauan dari berbagai pihak untuk pembangunan gereja kami,” harapnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!